Mas Imam Nawawi

- Berita

Tausiyah Ust. Marzan: Merawat Syukur dan Peran Orang Tua sebagai Murabbi Anak

Suasana hangat dan penuh refleksi menyelimuti tausiyah yang disampaikan Ust. Marzan, Pimpinan Pesantren Arrohmah Bogor, pada Sabtu, 13 Desember 2025 dalam sesi Pembagian Laporan Hasil Belajar Murid. Dalam penyampaian yang sederhana namun menyentuh, ia mengajak para orang tua untuk kembali memaknai syukur melalui cara mereka merawat kebaikan anak-anak, terutama ketika anak pulang ke rumah dari […]

Merawat Syukur dan Peran Orang Tua sebagai Murabbi Anak

Suasana hangat dan penuh refleksi menyelimuti tausiyah yang disampaikan Ust. Marzan, Pimpinan Pesantren Arrohmah Bogor, pada Sabtu, 13 Desember 2025 dalam sesi Pembagian Laporan Hasil Belajar Murid.

Dalam penyampaian yang sederhana namun menyentuh, ia mengajak para orang tua untuk kembali memaknai syukur melalui cara mereka merawat kebaikan anak-anak, terutama ketika anak pulang ke rumah dari pesantren.

Jangan Lengah

Pertama-tama, Ust. Marzan mengingatkan agar orang tua tidak lengah saat anak kembali ke rumah.

Menurutnya, banyak kebiasaan baik yang telah dibangun di pesantren justru melemah ketika anak berada di lingkungan rumah.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga konsistensi ibadah, khususnya qiyamul lail, agar nilai-nilai kebaikan yang sudah tumbuh tidak menurun.

“Apa yang telah menjadi amal baik anak kita di pesantren, harus kita jaga agar mereka istiqomah mengamalkannya di rumah,” pesannya.

Wujud Syukur

Selanjutnya, ia menekankan bahwa menjaga kebaikan anak merupakan bentuk syukur yang nyata.

Syukur, kata Ust. Marzan, tidak berhenti pada ucapan, tetapi tercermin dari kesungguhan orang tua dalam merawat, memotivasi, dan menguatkan anak dengan semangat positif.

Pria murah senyum itu pun mengajak orang tua untuk terus menghidupkan kebiasaan baik yang sudah anak jalani di pesantren, lalu mengistikamahkan kebiasaan itu saat anak berada di rumah.

Beri Anak Apresiasi

Selain itu, Ust. Marzan mengingatkan pentingnya apresiasi kepada anak.

“Berikan apresiasi. Sungguh anak-anak telah berusaha menjaga kebaikan di usia yang masih sangat muda. Oleh karena itu, orang tua perlu menghargai setiap ikhtiar mereka, sekecil apa pun,” ungkapnya.

Apresiasi yang tulus akan membuat anak merasa dihargai dan semakin bersemangat untuk istiqamah dalam kebaikan.

Siap Menjadi Teladan

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa orang tua harus siap menjadi teladan. Anak, menurutnya, tidak hanya mendengar nasihat, tetapi meniru perilaku.

Karena itu, ia mengingatkan agar orang tua menjaga keselarasan antara perkataan dan perbuatan.

“Anak dan orang tua harus sinkron,” pesannya, seraya menekankan pentingnya kontrol salat anak sebagai bagian dari pembinaan akhlak dan kedisiplinan ibadah.*/Acanda