• Home  
  • Ayo Bangun Budaya Membaca Mulai Sekarang
- Artikel

Ayo Bangun Budaya Membaca Mulai Sekarang

Siang hingga sore pada Senin, (19/1/26) saya dengan beberapa teman duduk bersama. Seperti biasa, kalimat yang pertama teman-teman tanyakan adalah tentang ide. Saya pun menyampaikan 4 ide utama dari 4 buku yang saya baca belakangan ini. Jadi, ayo bangun budaya membaca. Kapan, ya, kita mulai sekarang. Nah (kembali ke laptop), esok harinya, pada pagi hari […]

Ayo Bangun Budaya Membaca Mulai Sekarang

Siang hingga sore pada Senin, (19/1/26) saya dengan beberapa teman duduk bersama. Seperti biasa, kalimat yang pertama teman-teman tanyakan adalah tentang ide. Saya pun menyampaikan 4 ide utama dari 4 buku yang saya baca belakangan ini. Jadi, ayo bangun budaya membaca. Kapan, ya, kita mulai sekarang.

Nah (kembali ke laptop), esok harinya, pada pagi hari yang hujan kembali mengguyur area Cilodong dan Cibinong (20/1/26), saya mendapat makalah menarik tentang membaca. Itu saya temukan dari status Bang Fu’ad. Lagi-lagi, Bang Fu’ad.

Salah satu poin intinya adalah membaca bukan aktivitas sampingan, melainkan fondasi utama seorang peneliti.

Memang makalah itu ditulis Marcos Mendez dengan judul “Ten simple rules for developing good reading habits during graduate school and beyond.” Yang artinya: “Sepuluh aturan sederhana untuk mengembangkan kebiasaan membaca yang baik selama masa pascasarjana dan seterusnya”.

Jadi, jangan sekadar menimbun dokumen, karena memiliki file tidak sama dengan memiliki ilmu. Begitu juga dengan senang belanja buku, tapi tidak membuka plastiknya, bahkan tak sempat membolak-balik halaman awalnya. Nah, untuk artikel ini, kita akan bahas aturan pertama saja. Kalau semuanya akan sangat panjang dan teman-teman akan bosan.

2 Langkah Praktis

Tentukan “Slot Waktu Keramat”.

Ini bermakna kita jangan menunggu waktu luang, karena waktu luang jarang datang dengan sendirinya.

Jadi pilih waktu yang paling konsisten bagi teman-teman. Misalnya, 30 menit setelah sarapan sebelum mulai membuka email kerja, atau 30 menit saat perjalanan di kereta/bus.

Kalau saya minimal 15 menit setelah bangun tidur. Saya memang menyiapkan satu atau dua buku yang mudah saya jangkau kalau bangun tidur.

Gunakan Aturan “Satu Hari, Satu Makalah”.

Jangan ambisius membaca puluhan jurnal dalam semalam saat akan menulis tugas saja. Ini bagi yang sedang pascasarjana, ya. Kalau bagi kita, cukup satu atau setengah juga boleh. Intinya membangun kebiasaan.

Jadi, mulailah pasang target membaca minimal satu artikel ilmiah per hari. Saya juga senang membaca jurnal. Beberapa jurnal kadang saya baca dalam tempo 40 menit jika ada waktu luang.

Ini jauh lebih efektif daripada membaca 10 artikel sekaligus dalam kondisi terburu-buru.

Membacalah karena itu Perintah Allah

Teman-teman sekalian, membaca itu perintah Allah. Dalam kata yang lain kalau kita aktif membaca itu bermakna kita taat kepada Allah. Kalau kita taat kepada Allah, apa iya Allah tidak menolong kita.

Jadi, sadarilah bahwa membaca itu ibadah. Kemudian harus kita pahami dan yakini, membaca itu adalah gerbang kemajuan. Baik kemajuan diri, keluarga, lingkungan bahkan negara dan umat.

Semakin seseorang tekun membaca, semakin baik pola pikir dan tentu perilakunya juga. Dengan catatan kita membaca memang lengkap sesuai tuntunan-Nya. Yaitu Iqra’ Bismirabbik (membaca dengan nama Tuhan kita, Allah SWT).*

Mas Imam Nawawi