Mas Imam Nawawi

- Artikel

Nikmat Salat Tahajud, Bikin Hidup Luar Biasa

Siapa yang hidup tak pernah bertemu masalah? Rasanya masalah semakin hari semakin kuat. Bahkan kadang kala masalah itu bisa menekan badan bahkan pikiran. Lalu bagaimana cara lepas dari beban hidup yang terasa begitu berat itu? Salah satunya melalui salat Tahajud. Bukankah sekarang sudah ada AI? Memang benar AI banyak orang gunakan untuk curhat. Sebuah kenyataan […]

Nikmat Salat Tahajud

Siapa yang hidup tak pernah bertemu masalah? Rasanya masalah semakin hari semakin kuat. Bahkan kadang kala masalah itu bisa menekan badan bahkan pikiran. Lalu bagaimana cara lepas dari beban hidup yang terasa begitu berat itu? Salah satunya melalui salat Tahajud.

Bukankah sekarang sudah ada AI? Memang benar AI banyak orang gunakan untuk curhat. Sebuah kenyataan yang membuat prediksi AI sebagai yang “paling canggih” meleset dari kegunaannya. AI menjadi tak bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Karena dalam realitanya orang lebih suka curhat pada AI. Tapi apakah mereka yang meluapkan isi hatinya kepada AI bisa menjalani hidup bahagia?

Bagaimanapun manusia adalah makhluk (tercipta). Pasti yang bisa membuat manusia menjadi bahagia adalah penciptanya, yakni Allah SWT.

Naik Derajat

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Jadi, secara empiris kita memang harus bisa bekerja keras, disiplin, tanggung jawab dan lain sebagainya. Namun itu semua tidak bisa membuat kita naik derajat di sisi Allah SWT. Caranya bangun pada malam hari dan salat Tahajud. Insya Allah akan datang kenaikan derajat dan Allah akan memberikan kita maqom semacam “tempat” yang terpuji. Setidaknya niat kita dalam hidup tidak buruk. Lisan kita kalau berbicara tidak merusak, apalagi tindakan kita.

Coba praktikkan, bangun pada sebagian malam. Setelah selesai salat, segera membuka Alquran, baca dengan tenang. Rasanya ada energi yang masuk ke dalam pikiran dan jiwa, sehingga ada semangat datang. Semakin sering kita melakukannya semakin baik bagi cara kita memandang kehidupan ini. Rasanya kita tidak saja akan menjadi pribadi yang tenang, tetapi juga bisa menenangkan orang lain yang dalam kegalauan dan kekalutan.

Artinya salat Tahajud ini penting bagi setiap ayah, suami dan kepala keluarga. Sebab mereka bukan hanya punya tugas mencari nafkah tetapi juga menjaga keluarga dari keburukan. Kalau kepala keluarga kalut, bagaimana isi rumah tangganya?

Pasti Baik

Salat Tahajud itu pasti baik. Pertama, karena itu memang perintah Allah, langsung dalam Alquran. Kedua, Nabi Muhammad SAW tak pernah meninggalkan amalan ini. Ketiga, Nabi SAW memang mendorong kita untuk mengamalkannya.

“Hendaklah kalian melaksanakan salat malam, karena ia adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, dan ia juga dapat mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa-dosa, serta menghindarkan diri dari perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi).

Jadi, rugi sebenarnya orang yang sengaja tidak mau salat Tahajud. Sampai-sampai Gus Baha pernah bilang, kalau amal muamalah, seperti memberi pinjaman, semua orang bisa melakukannya. Santri bisa, (mohon maaf) pelacur pun bisa sesama mereka. Akan tetapi salat Tahajud ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang saleh.

Dalam kata yang lain kalau tidak mau hidup rugi mulailah niat untuk bisa salat Tahajud. Lakukan salat Tahajud karena ingin mengikuti Nabi Muhammad SAW, ingin hidup lebih tertata. Sebab tidak mungkin orang bisa bangun Tahajud kalau dia tidak menata waktu dan kegiatannya. Hal ini menunjukkan siapa mau Tahajud ia akan mengatur waktu, kegiatan dan energinya. Bukankah itu baik untuk membangun disiplin dan karakter diri?*

Mas Imam Nawawi