Mas Imam Nawawi

- Kajian Utama

Meraih Berkah Umur

Betapa banyak orang yang bangun tidur badannya langsung lemas, merasa hidup seakan penuh beban, kemudian malas dan tidak ada gairah untuk berpikir tentang kebaikan, apalagi mewujud dalam tindakan. Padahal kita hidup dalam dunia ini tidaklah panjang. Bagaimana bisa meraih berkah umur? Apa saja hal utama yang harus kita pikirkan dan kita upayakan. Oleh karena itu […]

raih berkah dengan menjadi pribadi yang amanah

Betapa banyak orang yang bangun tidur badannya langsung lemas, merasa hidup seakan penuh beban, kemudian malas dan tidak ada gairah untuk berpikir tentang kebaikan, apalagi mewujud dalam tindakan.

Padahal kita hidup dalam dunia ini tidaklah panjang. Bagaimana bisa meraih berkah umur? Apa saja hal utama yang harus kita pikirkan dan kita upayakan.

Oleh karena itu hendaknya setiap jiwa mengedepankan sikap syukur agar hari-harinya kaya akan warna optimisme, produktivitas dan progresivitas.

Baca Juga: Moral yang Tertinggal dan Ditinggal

Ibn Qayyim mengatakan, syukur merupakan pujian dan pengakuan hamba terhadap nikmat yang Allah berikan. Kemudian ia mengikuti dengan hadirnya rasa cinta dan ketaatan kepada-Nya.

Pribadi yang demikian akan bisa mengisi hidupnya, terutama saat bangun tidur dengan doa yang baik. Kemudian beranjak bangun dan menyiapkan jiwa serta mental untuk segera beribadah kepada-Nya.

Bukan malah duduk-duduk, lantas kembali terbaring dan terbangun saat mentari telah menerangi bumi. Lalu hati menjadi lelah karena penyesalan demi penyesalan. Kalau lelah dan sakit bagaimana? Kita tahu mana yang proporsional untuk memilih tindakan yang tepat.

Amal

Hidup ini tujuannya dua, yakni bagaimana beribadah kepada-Nya (menjadi Abdullah) kemudian bagaimana memelihara alam dan kehidupan ini (menjadi khalifah Allah).

Membaca Alquran termasuk upaya nyata meraih berkah dalam hidup
Membaca Alquran termasuk upaya nyata meraih berkah dalam hidup

Hal itu menunjukkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari perkara yang harus terus kita upayakan adalah beramal sholeh dengan sebaik-baiknya. Catat, beramal. Bukan mengeluh dan putus asa.

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tidakkah aku beritahukan kepada kamu tentang orang yang paling baik di antara kamu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Ya, wahai Rasulullah”.

Beliau bersabda, “Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang paling panjang umurnya di antara kamu dan paling baik amalnya.” (HR. Baihaqi).

Dengan kata lain siapa mengupayakan kehidupannya dalam sehari-hari terus beramal maka ia akan mendapatkan berkah umur atau berkah hidup. Berkah artinya mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan dari Allah.

Keberkahan menurut satu penjelasan adalah buah dari sikap istiqomah dalam hidup dan akhlak yang baik terhadap sesama.

Orang yang berusaha meraih berkah dalam hidupnya akan mendapatkan kekuatan jiwa dalam wujud tauhid, hatinya tulus dan ridha, sehingga terbebas dari iri, dengki dan segala sifat destruktif lainnya.

Pada akhirnya orang-orang yang berupaya mendapatkan berkah akan terus menerus mendapatkan tambahan demi tambahan kebaikan, sehingga hatinya tenang, tenteram dan kehidupannya kaya akan amal kebaikan.

Satu

Sekiranya dalam hidup hanya ada satu amal yang bisa kita lakukan setelah menjalankan kewajiban berupa ibadah mahdhah (wajib) maka hal itu harus kita upayakan secara terus menerus, sepanjang hayat.

Sebagai misal, kemampuan kita adalah beramal dalam lingkup batin, dengan selalu berupaya memaafkan orang lain, maka hal itu harus terus kita lakukan, insha Allah datang berkah bahkan jannah (surga) dari sisi-Nya.

Baca Juga: Menulis itu Memulai

Demikian pula dengan yang lain. Jika amal terbaik yang bisa kita lakukan hanya satu dan itu misalnya adalah mengajar. Maka berjuanglah untuk menegakkan amal itu sebaik-baiknya, sehingga tidak ada hari kita lalui melainkan ada generasi baru yang tercerahkan.

Pertanyaan mendasar adalah, apakah sudah ada amalan terbaik, amalan andalan yang telah kita pilih dan kita perjuangkan dan kita jalankan dalam keseharian? Inilah PR setiap kita. Jangan sampai hari demi hari kita lalui hanya dengan angan-angan tanpa amal perbuatan nyata. Na’udzubillah.*

Mas Imam Nawawi_Ketua Umum Pemuda Hidayatullah

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *