Mas Imam Nawawi

- Hikmah

Hanya Ulul Albab yang Mampu Memperbaiki Keburukan

Ulul Albab sebuah istilah yang boleh jadi belum populer bagi sebagian rakyat. Tetapi, Ulul Albab yang sejatinya mampu membawa perubahan, memperbaiki yang buruk kembali pada yang baik, benar dan indah. Waktu bergulir manusia terus dalam kondisi mendapat tantangan penting, yakni berpikir. Bagi umat Islam, berpikir harus berpadu dengan berdzikir. Dzikir ini adalah sebuah metode untuk […]

Insan ulul albab memperbaiki yang buruk

Ulul Albab sebuah istilah yang boleh jadi belum populer bagi sebagian rakyat. Tetapi, Ulul Albab yang sejatinya mampu membawa perubahan, memperbaiki yang buruk kembali pada yang baik, benar dan indah.

Waktu bergulir manusia terus dalam kondisi mendapat tantangan penting, yakni berpikir. Bagi umat Islam, berpikir harus berpadu dengan berdzikir. Dzikir ini adalah sebuah metode untuk manusia mampu keluar dari keburukan lalu memperbaikinya.

Secara gamblang Allah terangkan  dalam Alquran bahwa dzikir (mengingat) Allah adalah cara terbaik untuk mendapatkan ketenangan hati. 

Baca Juga: Jangan Cancel Doamu

“Ketahuilah dengan mengingat Allah (dzikrullah) maka hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28). Dan, langkah terbaik untuk menjadi pikiran manusia benar-benar berkualitas memang berdzikir. Dalam Alquran orang yang berpikir dan berdzikir disebut sebagai insan ulul albab.

Penyakit

berdzikir harus menyempurnakan aktivitas berpikir agar lahir solusi-solusi perbaikan
berdzikir harus menyempurnakan aktivitas berpikir agar lahir solusi-solusi perbaikan

Memperbaiki yang buruk salah satunya bisa dengan cara mengobati penyakit. Ibarat manusia, bangsa Indonesia saat ini terjangkiti penyakit hati yang tidak ringan.

Bagaimana tidak, bangsa ini mengalami penyakit korupsi berat. Untuk mengatasinya hadirlah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski begitu, nyatanya korupsi kian tak teratasi. Malah semakin tak terbendung dan terus terjadi. Bahkan kini lembaga KPK tampaknya tak benar-benar sehat kembali.

Tidak itu saja, mengatasi narkoba, lahirlah badan yang mengatasi narkoba. Nyatanya angka kriminalitas pada bidang narkotika justru terus terjadi. Pertanyaan sederhananya, mengapa hal itu terjadi? Semakin negara mau mengatasi, semakin masalah itu sulit teratasi.

Karena manusia meninggalkan penyempurna berpikir, yakni berdzikir. Orang yang hanya berpikir akan terjebak pada satu kebenaran relatif. Sedangkan orang yang memadukan pikir dan dzikir akan sampai pada hakikat kebenaran. 

Hal itu ditandai dengan sehatnya hati dan primanya ruhiyah dalam diri, sehingga tidak melihat, berpikir dan bertindak melainkan untuk kebaikan diri dan sesama. Tidak ada egoisme, tidak ada aji mumpung apalagi ABS, sehingga sikapnya selalu lembut tapi tegas.

Solusi

Dengan demikian, solusi untuk memperbaiki yang buruk di negeri ini adalah dengan mengembalikan budaya ulul albab, yakni kultur berpikir dan berdzikir secara seiring dan sejalan.

Insan yang mampu berpikir sekaligus berdzikir maka lisannya akan santun, perilakunya akan menjadi inspirasi bahkan teladan. Dan, terhadap apapun ia tidak akan pernah meremehkan.

Baca Juga: Mumpung Masih Muda

Pernah suatu waktu Nabi Daud Alayhissalam duduk menelaah Zabur, kemudian ia melihat seekor ulat. Dalam hati, Nabi Daud berkata, “Apa yang Allah kehendaki dengan ulat ini.”

Atas idzin Allah, ulat itu mendapat izin bicara dengan bahasa manusia. Lalu ulat itu berkata, “Wahai Nabiyallah, apabila siang datang Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca ‘Subhanallah, wal Hamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu Akbar.’ Kemudian jika malam datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca, ‘Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad an nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihi wasahbihi wa sallam, sebanyak seribu kali.”

Artinya, orang yang ulul albab akan menghargai apapun itu, termasuk ulat. Dengan demikian orang-orang seperti inilah yang bangsa ini nantikan, sehingga keburukan yang ada benar-benar dapat kita perbaiki. Allahu a’lam.

Mas Imam Nawawi_Ketua Umum Pemuda Hidayatullah

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *