Semua orang punya mimpi indah. Tapi hanya yang mau disiplin yang akan menggapai kemajuan demi kemajuan dengan nyata. Mengapa demikian?
Bunda Aisah dalam satu perjalanan dengan tim BMH bercerita kepadaku bahwa kunci sukses itu disiplin. Orang jujur tapi malas, kerja tidak disiplin, tidak akan sampai pada kesuksesan. Begitu pun orang bisa tanggung jawab tapi tidak bisa disiplin, juga kurang bisa kita andalkan.
“Kalau mau ideal punya tiga itu sekaligus. Ya, disiplin, ya, tanggung jawab dan jujur,” tegas Bunda.
Tapi meski orang paham disiplin itu perlu, mengapa sebagian besar enggan atau gagal dalam membangun kedisiplinan dalam kehidupannya. Inilah yang akan kita pecahkan kali ini.
Jembatan Masa Depan
Pernah kah kita bertanya dalam hati, mengapa Allah memerintahkan kita salat 5 kali dalam sehari semalam?
Mustahil itu tanpa maksud. Salah satu maksud paling nyata adalah agar kita sebagai umat Islam bisa memiliki kedisiplinan.
Salat membuat kita harus berpikir dan berhitung soal waktu. Pastikan jangan ada urusan atau pekerjaan yang menabrak waktu salat, sehingga kita lalai dalam menjalankannya.
Ini berarti kita harus pandai mengelola waktu, energi dan tentu saja pekerjaan.
Guna membangun karakter disiplin melalui salat, Ust. Abdullah Said dalam memimpin Pesantren Hidayatullah Balikpapan mewajibkan seluruh santri, warga dan kader untuk salat berjama’ah di masjid.
Hasilnya, disiplin ibadah bisa tegak dengan baik. Memang tidak mudah, tapi kalau terus kita lakukan insya Allah akan menjadi biasa. Tidak lagi terasa berat, tapi malah terasa butuh.
Membantu Hidup Jadi Lebih Baik
Disiplin kalau berhasil kita lakukan, sungguh akan membantu kehidupan kita menjadi lebih baik.
Sebatas sharing, saya memiliki kebiasaan menulis, bukan karena upaya sepekan dua pekan, tapi berpuluh tahun. Saya mulai belajar menulis intens sejak tahun 2000. Sampai sekarang saya tidak mau melewati hari tanpa satu tulisan. Mengapa, saya ingin tetap disiplin.
Alhasil saya menjadi mudah dalam menangkap makna dari satu hal, baik itu pikiran atau pun peristiwa dan kejadian. Lebih jauh, rasanya senang kalau berhasil menuliskannya.
Dalam kata lain, siapa disiplin dia akan terbantu menjadi manusia yang fokus pada tujuan, tepat dalam mengalokasikan waktu dan energi. Kita tahu, kamera saja butuh fokus untuk menghasilkan gambar yang bagus. Apalagi kita yang ingin masa depan lebih baik.
Cara Melakukan Disiplin
Sekarang pasti kita bertanya, bagaimana cara menjadi pribadi disiplin.
Cukup amati balita yang belajar berjalan. Ia tak peduli berapa kali jatuh. Bahkan rasa sakit yang ia alami pun tak menghambatnya untuk terus berupaya berjalan.
Ia sadar tak mungkin langsung bisa berlari. Tapi itu bukan masalah, sebab targetnya jelas, bagaimana bisa berjalan dengan sempurna. Begitu tahap berjalan sudah tuntas, barulah berpikir tentang cara berlari.
Maknanya adalah jangan terburu-buru. Hidup ini bertahap, tak bisa langsung mencapai banyak hal dalam satu momen. Jadi mulai saja kegiatan baik secara terus menerus.
Tips sederhana, kalau mau tekun membaca dan sekaligus ingin disiplin salat, maka setiap usai salat, setelah dzikir, segeralah mengambil buku dan bacalah. Baik mood ada atau tidak ada, baca saja terus. Nanti kita akan merasakan bahwa membaca itu sangat indah.
Dan, apakah kita tidak mau disiplin membaca, sedangkan banyak orang “disiplin” mengusap layar HP hasilnya malah stres dan rentan gangguan kesehatan mental. Jadiā¦?*


