Mas Imam Nawawi

- Artikel

Ingat Tujuan, Jangan Terkecoh Keadaan

Setiap anak manusia melangkahkan kaki, meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu, ia pasti punya satu niat, melaju untuk sampai pada tujuan. Tapi sayangnya, begitu proses itu berlangsung baru beberapa pekan, sebagian terkecoh oleh keadaan. Alih-alih bersemangat, sebagian mulai banyak keluhan dan kehilangan tenaga untuk fokus dan ingat pada tujuan. Mari kita ingat hadits Nabi Muhammad SAW. […]

Ingat Tujuan, Jangan Terkecoh Keadaan

Setiap anak manusia melangkahkan kaki, meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu, ia pasti punya satu niat, melaju untuk sampai pada tujuan. Tapi sayangnya, begitu proses itu berlangsung baru beberapa pekan, sebagian terkecoh oleh keadaan. Alih-alih bersemangat, sebagian mulai banyak keluhan dan kehilangan tenaga untuk fokus dan ingat pada tujuan.

Mari kita ingat hadits Nabi Muhammad SAW. “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan ke Surga.” (HR. Muslim).

Sekarang kita timbang dengan sederhana. Jika harga BMW saja terasa mahal, apalagi surga.

Jelas dalam konteks ini iman, takwa dan amal shaleh, harga surga jauh lebih tak terhingga daripada harga mobil mewah. Dalam kata yang lain soal ilmu, upaya sebesar apapun tetap tak bisa membeli. Jadi sabar dan semangat dalam menuntut ilmu.

Lebih dalam, kalau surga balasan bagi orang yang menuntut ilmu, apakah pantas kita meraihnya dengan cara yang biasa, santai dan tak punya daya tinggi.

Hal-Hal yang Mengecoh

Keadaan seringkali mengecoh manusia, terutama mereka yang tak punya dan mungkin lupa dengan tujuan hidupnya.

Coba perhatikan orang yang melakukan tindakan tidak perlu, bukan karena bodoh mereka mengerjakan itu. Tapi karena sudah lupa tujuan awal.

Lebih jauh kita juga bisa menimbang dengan terang. Bahwa orang yang mudah mengeluh bukan karena mentalnya lemah, tapi karena keyakinan untuk bisa mencapai tujuan semakin drop.

Orang yang lolos jadi Anggota DPR, seketika bisa lupa dengan semua janjinya. Padahal janji itu ia rencanakan, ia sampaikan dengan penuh keyakinan. Tapi mengapa setelah jadi mereka lupa? Tujuannya sudah bukan ia lupakan, tapi telah ia tinggalkan. Tujuan berubah sesuai keadaan.

Agar tetap pada tujuan, kita mesti memperhatikan pesan Nabi SAW.

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat (hawa nafsu)” (HR. Muslim).

Yakin dengan Tujuan Hidup

Mengamati itu semua maka kita perlu satu hal dalam hati kita, yakni meyakini tujuan hidup kita benar. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW meyakini bahwa dakwah ini adalah jalan kemuliaan.

Sekarang kalau kita mau mengeluh ingat akhir dari pekerjaan kita yang baik dalam pandangan-Nya. Sebaliknya kalau kita mau terus dalam dosa, ingat akhir kehidupan kita.

Terkhusus bagi anak muda, yang sedang menuntut ilmu, kalian harus fokus pada niat dan tujuan. Jangan sekali-kali terkecoh oleh keadaan. Semua itu adalah tangga ujian yang harus bisa kalian hadapi. Sebab ilmu tidak akan datang kecuali pada jiwa yang siap berjuang demi kebaikan umat manusia.*

Mas Imam Nawawi