Bagaimanapun dunia digital menyediakan sarana membaca mudah, membaca buku tetap cara terbaik untuk upgrade mental. Coba rasakan sendiri bedanya membaca buku antara digital dan cetak. Meski kita tak perlu “bertengkar” terlalu jauh soal ini.
Sebagian pasti akan ada yang merespon, harga buku mahal. Sekarang cek saja, berapa minimal biaya kuota yang kita biasa beli dalam sebulan. Apakah mungkin di bawah Rp50 ribu? Jika ternyata minimal Rp100 ribu, maka banyak buku yang seharga itu. Kalaupun lebih kita butuh tambahan Rp25 ribu hingga Rp40 ribu. Dalam bahasa anak sekarang, itu worth it-lah.
Tapi kita harus fokus pada inti bahasan, apakah membaca buku masih perlu?
Buku Terus Eksis
Meski orang banyak membaca melalui HP, orang yang pergi ke toko buku tetap ada. Artinya buku masih tetap eksis sampai saat ini.
Belum lama ini saya ke toko buku untuk membeli bacaan untuk saya dan anak-anak saya. Ternyata masih ada orang membaca buku. Memang tak seramai “konser”. Tapi tetap ada dan mereka ternyata datang sambil diskusi sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil buku mana yang worth it mereka bayar.
Keunggulan Membaca Buku Cetak
Sebagian orang memandang buku masih relevan kita baca karena mmeiliki beberapa keunggulan.
Pertama, kita bisa melatih fokus dan bisa meminimalisir gangguan.
Kedua, sensasi membaca jadi terasa lebih nyata.
Ketiga, kita bisa dengan mudah menghubungkan isi buku dengan pikiran sendiri melalui catatan langsung. Kalau buku digital, minimal kita harus punya tablet yang punya s-pen.
Keempat, mental kita jadi lebih aman dan sehat. Ini karena membaca buku digital mengharuskan kita menatap layar secara serius dan intens. Alhasil mata mudah lelah, kering bahkan mungkin bisa menyebabkan terjadinya gangguan tidur.
Kelima, membaca buku membuat kita mesti bisa setting waktu agar bisa konsisten dan punya habit literasi yang lebih ajeg.
Tapi, kita mungkin masih bisa merasakan nikmat tersendiri membaca buku digital. Tapi prinsipnya membaca buku itu perlu, baik via cetak ataupun digital.
Latihan dari Sekarang
Membaca buku bagaimanapun memberi kenikmatan dan keuntungan. Lalu bagaimana kalau kita termasuk orang yang jarang atau tidak pernah membaca buku. Jawabannya dua kata: mulailah sekarang.
Orang yang cerdas selalu memulai ide penting dalam hidupnya. Untuk nyaman dan nikmat membaca buku, mulailah dengan membaca 5 halaman. Tidak harus berjam-jam untuk merasa bisa membaca buku.
Saya sendiri bahkan membaca buku dengan mengambil konten yang sesuai dan mendukung ide dan pikiran saya untuk saya jadikan bahan menulis.
Kalau itu bisa kita lakukan secara konsisten dalam 10 hari kemudian 1 bulan, peluang untuk bisa menjadi pribadi baru, yang lebih optimis dan penuh energi semakin terbuka. Dan, kalau malas, ingat pesan Alquran. Bahwa membaca adalah perintah yang pertama Allah turunkan untuk kita.*


