Mas Imam Nawawi

- Opini

Waspada, Lagi Ramai Beras Oplosan

Selepas Maghrib saya membuka media online. Biasa untuk mendapatkan berita terbaru. Tapi saya kaget, karena berita yang saya peroleh adalah tentang beras oplosan. Tidak tanggung-tanggung, yang menemukan adanya beras oplosan itu adalah Kementerian Pertanian. Menteri Amran pun menjelaskan langsung akan hal tersebut. Sebagai warga, tak ada yang bisa kita lakukan, kecuali waspada. Menurut berita dari […]

Beras Oplosan

Selepas Maghrib saya membuka media online. Biasa untuk mendapatkan berita terbaru. Tapi saya kaget, karena berita yang saya peroleh adalah tentang beras oplosan. Tidak tanggung-tanggung, yang menemukan adanya beras oplosan itu adalah Kementerian Pertanian. Menteri Amran pun menjelaskan langsung akan hal tersebut. Sebagai warga, tak ada yang bisa kita lakukan, kecuali waspada.

Menurut berita dari inilah.com sudah ada 4 produsen beras yang telah diperiksa oleh polisi. Total ada 212 produsen beras nakal. Saya tidak sependapat dengan diksi nakal. Karena kata “nakal” biasanya lekat dengan dunia anak. Masih bisa kita maklumi. Sedangkan produsen itu lebih dari nakal. Kalau benar mereka mengoplos, sungguh mereka telah sengaja menipu konsumen. Sebab beras itu makanan setiap orang di Indonesia. Mengoplos beras itu kegiatan yang tak bisa ditolerir.

Masih dalam rilis inilah.com beras oplosan itu tidak sesuai standar mutu. Mulai dari volume, kualitas, label hingga harga (tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi).

Dalam konteks ini, warga mesti lebih teliti. Jangan membeli harga beras yang aneh (terlalu murah). Kemudian tidak ada label yang jelas.

Oplosan Merusak Keadilan dan Kesehatan

Narasi yang mendorong Menteri Pertanian bergerak cepat adalah keadilan. Beras oplosan jika dibiarkan maka akan mencederai keadilan bagi petani, pelaku usaha yang jujur dan masyarakat sebagai konsumen. Akibat adanya beras oplosan itu negara ditaksir potensial mengalami kerugian hingga Rp. 100 triliun.

Harapannya, soal beras oplosan ini segera bisa ditangani. Sebab selain kebutuhan primer, beras adalah soal yang Indonesia harusnya tertata, tertib dan terjamin. Apalagi kalau ingat era orde baru, Indonesia adalah produsen beras berkelas.

Sementara itu beras oplosan ini juga sangat buruk dampaknya bagi manusia. Mulai dari risiko mengalami kerusakan organ dalam tubuh. Gangguan pencernaan hingga terserang zat-zat yang menjadi sebab munculnya kanker dalam tubuh.

Ciri-Ciri Beras Oplosan

Menurut Prof Tajuddin Bantacut beras oplosan itu dapat kita kenali dengan mudah. Pertama dari warna. Warnanya tidak seragam, baunya juga tidak biasa. Butiran berbeda ukuran. Kemudian tekstur nasi lembek kalau selesai dimasak. Jadi ada kerusakan mutu atau terdapat benda asing dalam beras itu.

Beberapa campuran bisa dengan jagung atau beberapa jenis beras lain untuk menghasilkan rasa dan tekstur.

Jika semua ciri-ciri itu ada, segera telusuri lebih dalam. Jangan sampai salah konsumsi. Karena beras oplosan sekali lagi sangat tidak baik bagi kesehatan.

Semoga pemerintah dan polisi dapat segera mengatasinya. Mengatasi beras oplosan sama dengan menegakkan keadilan dan mencegah negara menuju kehancuran.*

Mas Imam Nawawi

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *