Nasihat itu datang tiba-tiba, namun rasanya seperti petir yang menyambar kesadaran saya: “Jangan pernah menyerah hanya karena orang lain tidak percaya dengan kemampuan kita.” Siapa orang yang dalam hidup ini tak pernah diremehkan oleh orang lain?
Seorang senior mengirimkan pesan itu dengan nada tenang, tetapi maknanya dalam.
Ia melanjutkan, jadikan keraguan orang lain sebagai tantangan untuk dijawab dengan fokus berpikir, semangat bekerja, dan tekun beribadah.
Tiga fondasi yang tampak sederhana, tetapi justru sering kita abaikan ketika mental mulai goyah karena komentar orang. Ini penting saya sajikan lebih lanjut dalam artikel ini, karena sekarang orang kadang berbicara tanpa data, tiada tujuan baik dan seenaknya saja. Tidak terkecuali dalam komentar-komentar orang di media sosial.
Tiga Fokus
Pertama, kita perlu fokus mengembangkan kemampuan berpikir. Hidup ini terus berubah dan siapa yang berhenti belajar akan tertinggal. Pikiran yang tajam membuat kita mampu memilah kritik, menyaring masukan, dan mengubah keraguan orang menjadi bahan bakar untuk melaju. Banyak anak muda tumbang bukan karena tidak mampu, tetapi karena pikirannya mudah retak oleh omongan orang.
Kedua, kita perlu semangat dalam bekerja. Tidak ada pencapaian lahir dari kemalasan. Energi kerja yang konsisten menjadi bukti paling nyata bahwa kita sungguh-sungguh pada tujuan. Orang mungkin meremehkan, tetapi kerja nyata selalu berbicara lebih lantang daripada sanggahan apa pun.
Ketiga, kita mesti tekun beribadah. Ibadah menguatkan batin. Ia menjaga hati agar tidak patah ketika dinilai buruk. Ia menegakkan kembali keberanian setiap kali keraguan datang menyerang. Dan hanya dengan hati yang terhubung dengan Allah, seseorang mampu melangkah dalam tenang meski hidup bergolak.
Jika tiga hal ini kita pegang, maka penilaian manusia tidak lagi menentukan arah hidup. Orang bisa percaya atau meragukan kemampuan kita, tetapi kita tetap berjalan. You must go on, kata orang. Dan itu benar. Karena hidup ini bukan tentang memuaskan semua orang, tetapi tentang memenuhi amanah diri.
Hukum Pertumbuhan
Pada akhirnya, kita terikat pada satu hukum yang tidak bisa kita tolak: hukum pertumbuhan.
Semua manusia hebat pernah diremehkan. Banyak yang dihormati hari ini dulunya dianggap biasa saja. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun pada awalnya tidak banyak yang percaya. Tetapi lihatlah sekarang, siapa yang tidak menghormatinya?
Maka jangan berhenti hanya karena orang lain meragukanmu. Teruslah bertumbuh. Teruslah melangkah. Dunia selalu menguji mental seseorang sebelum menghadiahkannya kematangan. Kalau dalam dimensi sejarah, Allah mengangkat Nabi Ibrahim sebagai pemimpin setelah tuntas menghadapi ujian demi ujian pertumbuhan iman. Jadi kalau mau sukses dan bahagia, cukup taat kepada Allah. Berbuat baik kepada siapapun, termasuk yang membenci kita atau bahkan meragukan dan meremehkan kita.*


