Home Kajian Utama Tenang dan Senang Melakukan Kebaikan
Tenang dan Senang Melakukan Kebaikan

Tenang dan Senang Melakukan Kebaikan

by Imam Nawawi

Tenang, pada sebagian orang masih perlu mencarinya. Senang juga demikian, harus tentang hal yang memenuhi keinginan. Tetapi, ada tenang dan senang yang sangat kita butuhkan dalam sehari-hari, yaitu tenang dan senang dalam melakukan kebaikan.

Sikap tenang dan senang dalam melakukan kebaikan perlu kita miliki. Pertanyaannya bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan memahami esensi kebaikan. Kebaikan itu esensinya buah dari keimanan dan harapan akan kehidupan setelah dunia yang fana ini.

Baca Juga: Menikmati Aktivitas Kebaikan

“Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.” (QS. Al-Muzzammil: 20).

Ketekunan

Orang yang tenang dan senang dalam melakukan kebaikan sama dengan ia telah berhasil menjadi insan yang tekun.

Kita tahu, rumus sukses itu salah satunya seseorang punya yang namanya ketekunan.

Orang boleh cerdas, terampil bahkan punya kekayaan harta. Tetapi tanpa ketekunan, ia tidak akan sampai pada kesuksesan.

Sebaliknya, orang biasa saja, tidak punya kecerdasan luar biasa, kalau ia tekun, pada saatnya ia akan mengalahkan orang yang sangat berbakat sekalipun.

Pemain sepakbola dunia, Ronaldo mengatakan, bahwa dirinya bisa menjadi top karena kerja keras, berlatih tiada henti dan menikmati proses dengan tenang.

Artinya, saat kita melakukan kebaikan, yang perlu kita sadari adalah kebaikan itu akan membuahkan hasil kalau kita terus melakukannya dengan tekun.

Kesadaran pada level itu akan membuat kita tenang dan senantiasa senang dalam melakukan kebaikan.

Kesimpulan

Sekarang tinggal kita pilih apa kebaikan yang ingin jadi kekuatan diri. Misalnya berdagang, maka mulailah upaya jualan itu dengan penuh semangat.

Baca Lagi: Menuhankan Apa?

Jangan mudah lesu, apalagi menyerah dan pindah-pindah kegiatan.

Selanjutnya bersiaplah untuk terus mencoba. Jangan takut dengan kegagalan. Kegagalan kadang menjadi anak tangga untuk kita benar-benar sukses.

Langkah terakhir namun sangat utama adalah berdoa. Jangan menganggap dunia ini bekerja dengan sistem sendiri, alam ini ada dalam genggaman Allah Ta’ala. Oleh karena itu sempurnakan setiap upaya kita dengan berdoa tiada henti.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment