Home Berita Telur Rebus dan Susu Gratis, Atasi Apa Sebenarnya?
Telur Rebus dan Susu Gratis, Atasi Apa Sebenarnya?

Telur Rebus dan Susu Gratis, Atasi Apa Sebenarnya?

by Imam Nawawi

Belakangan kampanye tim capres-cawapres 02 yang serius dengan program bagi susu gratis mulai dapat saingan. Setidaknya sejak pasangan capres-cawapres 03 mengusung program bagi telur rebus gratis. Pertanyaanya, apakah itu mengatasi soal mendasar Indonesia, seperti soal gizi dan stunting?

Seperti dilansir Kompas.id Kubu capres-cawapres 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD kini hadir dengan program bagi-bagi telur gratis. Agenda itu berlangsung di Rumah Susun Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat (14/1/24).

Baca Juga: BMH Peduli Gizi Seluruh Indonesia

Pada kesempatan itu sebanyak 1.500 telur rebus dibagikan kepada penghuni rusun. Kata Hasto, pembagian telur itu untuk memenuhi kebutuhan gizi untuk ibu hamil dan anak.

Telur Lebih Baik

Hasto melanjutkan, bahwa telur lebih baik daripada susu. Susu ia sebut mengandung glukosa dan gula sehingga tidak baik bagi pertumbuhan anak.

“Kami memberikan telur karena ini secara empiris, menurut para ahli gizi telur kaya protein, bagus tidak hanya mencegah stunting, juga (baik) dalam pertumbuhan kecerdasan anak-anak kita,” kata Hasto.

Namun kubu 02 mengatakan program susu gratis tidak kalah unggul. Menurut TKN Prabowo-Gibran, Arief Rosyid, susu itu potensi ekonominya tinggi, potensi sehatnya juga ada. Dan, ini akan mendorong Indonesia emas.

Langkah itu kata Arief, bukan awang-awang. Pembagian susu gratis itu katanya menyentuh persoalan yang bangsa ini hadapi.

Benarkah?

Pada dasarnya membagi susu gratis dan telur rebus gratis adalah langkah yang positif, utamanya dalam mengatasi soal stunting.

Hanya saja memang perlu langkah yang terintegrasi dengan program kesehatan dan gizi yang lebih menyeluruh. Sebab soal stunting dan gizi bukan sebatas pada jenis makanannya. Tetapi juga ekosistem yang memadai.

Akses pelayanan kesehatan misalnya, ini tidak kalah penting. Pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi adalah langkah penting, termasuk dalam hal pelayanan gizi anak-anak.

Anak-anak tidak hanya butuh susu dan telur, tetapi juga memerlukan sayuran, buah-buahan, dan sumber makanan lain yang kaya akan zat besi.

Baca Lagi: Dunia yang Kian Timpang, Kita Bisa Berperan Apa?

Tapi terlepas dari pendekatan medis, apakah sebagai bahan kampanye, rakyat akan begitu saja percaya pada 02 dan 03 soal susu dan telur. Atau masyarakat sudah paham bahwa problem gizi di Indonesia butuh kebijakan dan pendekatan sistem?*

Mas Imam Nawawi

 

Related Posts

Leave a Comment