Home Artikel Tegas Saat Tak Dihargai
Tegas Saat Tak Dihargai

Tegas Saat Tak Dihargai

by Imam Nawawi

Ketika seseorang memperlakukan orang lain tanpa ada rasa hormat dan menghargai, sikap terbaik adalah tegas. Tinggalkan!

Karena kita tidak mungkin hidup sehat bersama orang yang sakit. Kita juga akan sulit mendapat pencerahan bersama orang yang sedang kalap dalam kegelapan.

Sebagai sesama manusia status secara hakikat sama. Ketika satu orang karena merasa posisi tinggi mengabaikan orang lain yang posisinya tak setara dengan dia, maka itu ketidakmampuan hati menyadari dirinya secara hakikat sebagai manusia.

Padahal, struktur sosial ataupun jabatan dalam sebuah perusahaan, organisasi atau lembaga, hanyalah pembagian peran. Bukan representasi seseorang suci, hebat dan bisa apa saja, karena kedudukannya.

Idealnya, dalam pembagian peran itu, satu sama lain tidak saling meremehkan. Berusahalah menghargai sesama, sebagaimana diri kita ingin mendapat perlakuan baik dari orang lain.

Nidhom Khoeron bertutur, “Kehidupan manusia menjadi begitu penting manakala keberadaan dan usahanya dapat dihargai oleh orang lain.”

Dalam kehidupan nyata, terkadang orang yang dekat, satu kantor, satu komunitas, justru yang paling sering meremehkan sesamanya.

Baca Juga: Kunci Persahabatan Baik, Hargai Temanmu Saat Berbicara

Jika itu Anda alami, maka jangan bersedih hati. Anda hanya butuh sikap tegas, satu saja, yaitu meninggalkan sikap negatif itu. Tolak dan fokus kembali pada urusan penting Anda.

Sikap Menghargai

Jika seorang pemimpin menginginkan tim yang solid, maka ia harus mengerti bagaimana menghargai orang yang menyertainya.

Menghargai orang lain dapat memberikan rasa percaya diri dalam hatinya. Dan, saat mereka mendapat tugas, mereka akan antusias dalam menuntaskannya.

Sebaliknya sikap tidak menghargai akan membuat orang kehilangan rasa percaya diri, sehingga tugas yang diberikan menjadi tidak maksimal.

Oleh karena itu tugas utama pemimpin bagaimana menghadirkan situasi dan kondisi yang baik bagi tim.

Apabila dalam tim terjadi sikap saling menjatuhkan sama lain, gosip sana dan sini, maka tim itu mungkin tetap ada, tetapi tidak maksimal dan optimal.

Jauhi Tukang Meremehkan

Sikap terbaik selanjutnya bagi kita sebagai pribadi adalah jangan suka meremehkan orang, menganggap sebelah mata orang lain.

Karena saat itu terjadi, sebenarnya diri sendiri yang rugi, karena tidak mampu menghargai diri sendiri dan karena itu gagal menghargai orang lain.

Baca Lagi: Berbahagialah dengan Sahabat dan Saudara

Dan, sikap tegas yang kita berikan, itu penting. Agar orang mau belajar memahami dan setidaknya mulai berpikir. Jika kemudian memang tidak berubah, kita tak punya kekuatan untuk mengubah orang lain. Hanya saja kita wajib mengubah diri sendiri, menjadi lebih baik.*

Mas Imam Nawawi

 

Related Posts

Leave a Comment