Mas Imam Nawawi

- Artikel

Sukses Memimpin Diri Sendiri, Tahu Dasar Strateginya?

Tidak sedikit orang berpendidikan gagal dalam hal mendasar ini: memimpin diri sendiri. Mengapa? Kalau kata Maxwell karena tidak sedikit orang hidup dengan egonya sendiri. Merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Tapi yang ia lupa, itu hanya perasaan. Akibat dari kondisi itu, seseorang merasa solusi dari semua masalah. Maxwell pun punya ilustrasi menarik. Orang itu […]

Cerdas Memimpin

Tidak sedikit orang berpendidikan gagal dalam hal mendasar ini: memimpin diri sendiri. Mengapa?

Kalau kata Maxwell karena tidak sedikit orang hidup dengan egonya sendiri. Merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Tapi yang ia lupa, itu hanya perasaan.

Akibat dari kondisi itu, seseorang merasa solusi dari semua masalah.

Maxwell pun punya ilustrasi menarik. Orang itu menganggap dirinya adalah palu dan semua orang lain adalah paku. Terbayang bukan, seperti apa cara berpikir yang akan menjadi tindakan dia kepada orang lain?

Cerdas Memimpin

Lebih lanjut Maxwell pun mengeluarkan istilah titik buta. Teman-teman bisa membacanya langsung di dalam buku “Good Leaders Ask Great Questions”.

Titik buta itu orang yang tidak sadar dirinya penuh kelemahan. Meliputi egoisme, keangkuhan dan perasaan terancam. Saat seseorang gagal mendeteksi itu dalam dirinya, ia pasti sulit menjadi pemimpin yang baik.

Oleh karena itu kita butuh kecerdasan. Kecerdasan akademik? Bukan!

Tapi kecerdasan hakikat, yang Nabi Muhammad SAW tegaskan. Bahwa orang cerdas itu adalah yang beramal untuk kehidupan setelah duniawi ini.

Nabi SAW juga bersabda, “Pemimpin sejati adalah yang mampu menaklukkan hawa nafsunya.” (HR. Ahmad).

Orang yang sadar akhirat akan menjadi visioner. Akan menata pikiran, hati dan perilakunya. Dengan begitu ia bisa menjadi pemimpin hebat. Dalam arti benar-benar terasa manfaat kepemimpinannya.

Tes Sekarang

Berbicara kepemimpinan bukan semata teori, tapi juga aplikasi. Sebagaimana kita ketahui, tak ada teori yang tidak mengacu pada aksi.

Sekarang kita bisa tes, apakah sudah bisa menjadi pemimpin bagi diri sendiri atau belum.

Ketika bangun tidur, apa yang pertama akan jadi pilihan tindakan. Memegang HP atau memegang buku?

Saat ada teman yang kabarnya sedang sakit. Apakah kita akan menggali lebih lanjut informasinya atau cukup tahu saja.

Orang yang sukses memimpin dirinya sendiri artinya sadar akan posisi hawa nafsu. Dengan demikian ia bisa mengontrol pikiran, emosi bahkan pilihan tindakannya.

Pendek kata, jika sejauh ini belum ada kesadaran akan hal itu, maka kini saat memulai.

Cobalah tata pikiran diri sendiri. Kemudian ubah perlahan-lahan menjadi lebih baik. Dengan begitu kita mulai hidup dengan sadar, punya fokus dan keteguhan hati.

Alhasil, kita akan menjadi pribadi yang proaktif, bukan reaktif. Kita pun akan terus bertumbuh, tidak stagnan.

Jadi, soal ini adalah kebutuhan dasar setiap anak muda. Karena gagal memimpin diri sendiri, kita akan membuat bangsa dan negara ini jatuh dalam ketidakberhasilan.*

Mas Imam Nawawi

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *