Home Kajian Utama Suka Politik? Syaratnya Jangan Mudah Panik
Suka Politik? Syaratnya Jangan Mudah Panik

Suka Politik? Syaratnya Jangan Mudah Panik

by Imam Nawawi

Bicara soal politik memang seringkali mengundang perdebatan dan emosi tinggi. Intinya kalau suka politik, baik dalam arti senang diskusi, apalagi menekuni, maka harus bisa berpikir dalam dan tajam. Bukan jadi person yang mudah panik. Sikap itu tidak cocok kalau membahas atau menekuni dunia politik.

Namun, di balik keriuhan itu, ada hal-hal penting yang perlu disoroti. Karena bagaimanapun kita semua adalah manusia. Politik harus mampu kita dorong berjalan dengan tetap mengindahkan aspek etik.

Sebab politik bukan hanya sekadar ajang pertarungan kekuasaan, tetapi juga panggung untuk membawa perubahan yang positif bagi masyarakat.

Lantas bagaimana kalau terjadi perbedaan yang tajam antar politisi dan atau pendukungnya?

Pada kondisi yang seperti itu, menarik kita renungi ucapan M. Natsir dalam buku “Capita Selecta 3.”

“Dalam konfrontasi antara ide dan pendapat dalam sistem demokrasi banyak dapat dicarikan suatu kompromi atau titik pertemuan atas dasar musyawarah, dan apa yang dinamakan orang ‘fairplay'” (lihat halaman: 252).

Mengelola Emosi di Medan Politik

“Politik itu panas, apalagi kalau sudah ada kontroversi Quick Count,” begitu kata orang. Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia politik seringkali dipenuhi dengan ketegangan dan konflik.

Baca Juga: Tak Usah Gusar Jika Tidak Didengar

Namun, penting untuk tetap menjaga kepala dingin dan berpikir rasional dalam setiap langkah yang diambil.

Sebuah kebijakan yang baik tidak mungkin lahir dari emosi yang memuncak, tetapi dari pemikiran yang matang dan data yang akurat.

Politik bukanlah sekadar pertunjukan sandiwara, tetapi ladang amal bagi para politisi yang bertanggung jawab.

Alih-alih terjebak dalam permainan kekuasaan semata, politisi seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat.

Doronglah kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan demikian, politik bukan hanya menjadi ajang ambisi pribadi, tetapi juga sarana untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Membangun Kehidupan Bermakna

Bagi para politisi, amal terbesar adalah ketika kebijakan yang mereka usulkan mampu membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan ajaran untuk senantiasa beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan memegang teguh nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab, politisi dapat menjadi agen perubahan yang sejati dalam masyarakat.

Tidak Mudah

Politik memang bukanlah arena yang mudah. Tetapi, dengan sikap yang tepat dan komitmen untuk bertindak demi kepentingan masyarakat, politisi dapat menjadi sosok yang berpengaruh dan bermanfaat bagi banyak orang.

Baca Lagi: Politik Progresif Beradab

Mari bersama-sama membangun politik yang lebih bersih, transparan, dan berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kita boleh “bertengkar” soal politik dengan siapapun. Akan tetapi, kita tak boleh lupa perihal apa kontribusi kita untuk membangun bangsa dan negara. Selain itu berbicaralah dengan baik, penuh etika dan bertanggung jawab.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment