Home Berita Suara Akademisi, Masihkah Punya Signifikansi?
Suara Akademisi, Masihkah Punya Signifikansi?

Suara Akademisi, Masihkah Punya Signifikansi?

by Imam Nawawi

Waktu terus bergulir, hingga Selasa malam (6/2/24) suara para akademisi terus menguat. Tetapi sebagian pihak mulai ragu, masihkah suara yang bagi separa orang itu tampak normatif, masih punya signifikansi?

Teranyar kompas.com melaporkan bahwa suara akan pentingnya etika itu datang dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Ketua STF Driyarkara Jakarta Simon Petrus Lili Tjahjadi mengingatkan Jokowi dan jajarannya agar bersikap jujur dan adil yang merupakan cara berpikir dan laku dalam bernegara.

Baca Juga: Etik yang Tak Berkutik

“Kekuasaan yang dijalankan secara lancung akan merusak etika. Kemudian hukum akan ikut rusak juga,” ujar Simon dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube STF Driyarkara, Senin (5//2/2024).

Hati Nurani

Suara itu menghendaki presiden menghormati etika, sehingga tidak menimbulkan kerusakan hukum. Selain itu sikap jujur dan adil harus jadi pilihan utama presiden.

Lebih jauh, Simon minta Jokowi tegas dalam mengambil sikap.

“Kami meminta Anda (Jokowi) berkompas pada hati nurani dan berpegang secara konsekuen pada Pancasila, dasar filsafat dan fundamen moral kita semua,” tuturnya.

Ambil Peran

Kalau kita perhatikan, dunia kampus dengan kapasitas intelektual dan moral telah mengambil perannya. Mereka tak tinggal diam, enggan berpangku tangan, tapi bangkit dan menyerukan kebenaran.

Mungkin mereka tak begitu yakin, suaranya akan mendapat perhatian. Bahkan mereka mungkin tahu akan ada yang menilai seruan mereka kehilangan signifikansi bagi penguasa.

Akan tetapi, satu hal, mereka telah menjalankan tugas sesuai kapasitasnya, menyuarakan perihal ilmu, kebenaran, moral, demi masa depan Indonesia yang memang seharusnya dijaga bersama.

Baca Lagi: Berkaryalah Mulai Sekarang

Jika tentara punya senjata, jika polisi punya kuasa, bergerak menjaga negeri ini untuk tetap aman, maka akademisi telah bergerak, memelihara kebaikan negeri ini dengan kekuatan moral.

Tinggal kita lihat kedepan, akankah suara ilmu, suara moral dan sikap etika yang baik akan menemukan jalan kemenangan atau sebaliknya.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment