Belakangan ini menarik kalau kita membahas tren dunia soal senjata sebagai ekses dari agresi militer yang ‘Israel’ lakukan terhadap Palestina. Utamanya peristiwa yang terjadi dalam sepekan terakhir, yang menjadikan penduduk dunia mengutuk ‘Israel’ dan mendukung Palestina.
Pertama, kita lihat ‘Israel’ tampak bangga bahwa pihaknya tidak bersalah dan dalam posisi sedang mempertahankan eksistensinya. Karena itu seperti laporan banyak berita, ‘Israel’ akan terus menyerang Palestina. Sebuah tindakan yang akan membuat Israel semakin buruk dalam pandangan warga global.
Baca Juga: Inilah Alamat Kehancuran
Kedua, Amerika Serikat dalam hal ini sang presiden, yakni Joe Biden tampak tak punya kekuatan menjebol sejarah yang mana hampir semua presiden di negeri Paman Sam itu pasti mengekor apa yang menjadi hasrat liar ‘Israel.’
Jadi, ‘Israel’ akan terus memiliki ambisi menyerang selama Amerika Serikat membantu. Mengapa AS menjadi andalan ‘Israel’ ini menarik kita perhatikan dengan seksama.
Sejalang
Sejalang adalah istilah yang maksudnya adalah sejarah (selalu) berulang.
Artinya, di luar analisis umum yang dilontarkan banyak pengamat mengapa AS-‘Israel’ begitu dekat, tidak lain adalah karena keduanya kini memang punya kekuatan yang dibanggakan. Itu adalah senjata.

Dahulu, dimasa Nabi Musa alayhissalam, Nabi Ibrahim alayhissalam, kekuatan terbesar itu mungkin senjata, namun semua berpusat pada satu orang yakni raja.
Kedua raja di masa yang berbeda itu punya watak yang sama, yakni arogan dan tuli terhadap kebenaran. Setiap kali mendapati fakta kebenaran, seketika ia akan melepaskan hukuman yang kejam dan tidak manusiawi.
Amerika Serikat dan juga ‘Israel’ jika dengan kekuatan yang mereka miliki mengambil sikap sama dengan apa yang dilakukan kedua raja di masa jauh sebelum Masehi itu, alamatnya jelas, AS maupun ‘Israel’ hanya akan bertemu dengan kenistaan. Ini pasti dan mutlak adanya.
Bukti
Apakah Belanda yang katanya 350 tahun menjajah Indonesia bisa menyengsarakan rakyat Indonesia secara terus menerus? Tidak, akan ada masa yang mana kemudian sejarah mencatat hari kemerdekaan negeri ini.
Pertanyaannya, mengapa Belanda terusir, bukankah senjatanya lebih canggih dari rakyat Indonesia yang baru memiliki bambu runcing? Tidak lain adalah karena semangat. Bukan sembarang semangat, ini adalah semangat juang.
Sekarang kita lihat, sejak 1948 ‘Israel’ menduduki Palestina. Apakah Palestina berhasil ‘Israel’ kuasai? Ternyata tidak, perlawanan malah kian menjadi-jadi. Bahkan sampai detik ini, Palestina terus melawan kesadisan tentara-tentara ‘Israel.’
Hal ini berarti senjata yang menjadi simbol kekuatan sebuah negara dalam kancah dunia hari ini, tidak akan pernah mampu mengalahkan akal sehat, nurani dan kebenaran.
Lihat saja saat ‘Israel’ menyerang Palestina, apakah penduduk dunia mendukung ‘Israel’? Faktanya justru berbalik. Penduduk dunia mengutuk ‘Israel’. Dalam saat yang sama mendukung Palestina.
Baca Juga: Apa Hebatnya Orang Palestina
Dan, tampaknya, ketakutan ‘Israel’ bukan sebatas serangan Hamas yang terus meluncurkan roket ke negerinya. Tetapi juga lontaran-lontaran akal sehat atas dasar logika kemanusiaan dan kemerdekaan yang terus berseliweran pada dinding media sosial dan mengutuk ‘Israel.’
Dengan demikian dapat kita prediksi bahwa ke depan, Palestina yang akan semakin dekat dengan gerbang kemenangan. Bahwa hari ini mereka terkoyak karena tajamnya senjata, ke depan luka itu akan sembuh dan akal sehat semakin kuat.
Sementara ‘Israel’ dengan kekuatan senjatanya akan semakin mengalami konflik batin luar biasa, yang mana pada lubuk hatinya yang terdalam, mereka juga ingin dihargai dan diakui sebagai manusia.
Namun sayang, ambisi telah menutup hati dan nurani, sehingga mereka benar-benar kehilangan kekuatan bagaimana mengakhiri kebiadabannya sendiri. Semakin hari jika tidak semakin sadar ‘Israel’ benar-benar akan bertemu ajal.
Mas Imam Nawawi_Ketua Umum Pemuda Hidayatullah
