Home Artikel Punya Gagasan Itu Bagus, Mengelola Gagasan Jangan Tinggalkan
Punya Gagasan Itu Bagus, Mengelola Gagasan Jangan Tinggalkan

Punya Gagasan Itu Bagus, Mengelola Gagasan Jangan Tinggalkan

by Imam Nawawi

Orang punya gagasan itu bagus. Setidaknya ia menuai hasil usahanya membaca, menulis dan berdiskusi. Akan tetapi mengelola gagasan jangan pernah kita tinggalkan. Karena itulah yang akan membuat seseorang mampu mewujudkan gagasan-gagasan dalam dirinya.

Mengelola gagasan adalah proses mengumpulkan, mengorganisir, dan mengembangkan ide-ide. Ini adalah keterampilan penting yang sangat penting dalam berbagai konteks, termasuk pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan pribadi, bahkan soal seni berpikir mengambil keputusan.

Ada banyak cara untuk mengelola gagasan. Beberapa orang lebih suka menggunakan metode tradisional, seperti buku catatan atau papan tulis. Yang lain lebih suka menggunakan alat digital, seperti perangkat lunak manajemen proyek atau aplikasi catatan.

Baca Juga: Berbagi Kebaikan dengan Ide dan GAGASAN

Tidak ada satu cara yang benar untuk mengelola gagasan. Cara terbaik adalah menemukan metode yang paling sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan Anda masing-masing.

Tips Mengelola Gagasan

Banyak membaca adalah tips utama. Dengan begitu setiap orang bisa mengumpulkan ide-ide dari berbagai sumber.

Karena pada dasarnya, setiap orang bisa menemukan ide-ide dari mana saja, termasuk buku, artikel, situs web, orang lain, dan pengalaman Anda sendiri, bahkan media sosial.

Selanjutnya tulislah semua ide Anda. Jangan khawatir jika ide Anda tidak sempurna, yang penting adalah menulisnya semua. Kata Kang Maman, penulis buku Re: dan Perempuan, ide yang berserakan suatu saat bisa kita kumpulkan jadi sebuah rangkaian cerita yang menginspirasi banyak orang.

Kang Maman bercerita, sering ia menulis apapun, termasuk buku, berangkat dari tulisan ide yang sengaja ia sebar melalui berbagai media, termasuk di dalamnya twitter dan facebook.

Kemudian kelompokkan ide-ide Anda. Usai Anda menulis semua ide Anda, kelompokkan ide-ide tersebut berdasarkan tema atau kategori.

Selanjutnya, kembangkan ide-ide Anda. Setelah Anda mengkelompokkan ide-ide Anda, mulailah mengembangkan ide-ide tersebut. Tambahkan detail, teliti informasi, dan buat rencana untuk mewujudkan ide-ide Anda. Kalau menulis fiksi, ketika bicara deskripsi ruangan maka detailkan secara asyik dan lengkap.

Nah, langkah tak kalah penting adalah menerapkan ide-ide Anda. Jika Anda telah mengembangkan ide-ide Anda, maka saatnya untuk menerapkannya. Mulailah dengan ide yang paling sederhana dan kerjakan secara bertahap ke ide yang lebih kompleks.

Daya Ingat dan Daya Dorong

Saat saya membaca buku “What the Dog Saw” karya Malcolm Gladwell saya menemukan satu kalimat pendek dari sosok Nassim Nicholas Taleb.

Baca Lagi: Malas Mikir, Apakah Kamu Masuk Kategori?

Taleb, panggils aja begitu, adalah seorang penulis, epistemologis, dan profesor manajemen risiko di New York University Stern School of Business. Dia juga seorang mantan trader dan konsultan. Taleb terkenal dengan karyanya tentang ketidakpastian, ketidakteraturan, dan kerentanan.

“Kuncinya bukan memiliki gagasan, tapi memiliki resep untuk mengelola gagasan.”

Artinya, kalimat Taleb itu memberikan indikasi kuat bahwa gagasan memang utama, tetapi kalau mau mengubah keadaan, mengelola gagasan itu langkah yang sangat penting.

Kalau kita bertanya pada diri sendiri sekarang, apa gagasan kita tentang Indonesia, mungkin ada yang cepat dan lengkap serta bagus menggambarkannya baik lisan atau tulisan. Tetapi bagaimana mewujudkan gagasan itu, berlatih mengelola gagasan mungkin hal yang penting untuk mulai kita praktikkan. Dengan begitu kita akan punya daya ingat kuat dan daya dorong dahsyat.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment