Home Kajian Utama Pada Akhirnya yang Zalim Juga Tahu, Kemana Akhir Ceritanya
Pada akhirnya orang zalim juga tahu, kemana akhir ceritanya

Pada Akhirnya yang Zalim Juga Tahu, Kemana Akhir Ceritanya

by Imam Nawawi

Suatu waktu, saya pernah mendengar Gus Baha berkata dalam ceramahnya. Nanti semua orang akan tahu, kalau dunia ini permainan. Tapi rugi orang yang tahu dunia permainan setelah ada di akhirat. Lebih baik tahu dari sekarang. Dan, sore ini saya dapati hal yang sama, bahwa orang zalim pun akan tahu pada akhirnya.

“Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (QS. Asy-Syu’ara: 227).

Baca Lagi: Kekuatan Fokus dan Arus

Dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir kita temukan keterangan, bahwa nanti orang-orang yang zalim (utamanya penyair-penyair yang berdusta) akan tahu tempat kembali dan betapa buruk tempat mereka kembali itu.

Sadar Sekarang

Alquran tidak memberitakan masa lalu dan masa depan kecuali pasti terjadi. Demikian pun dengan keadaan setiap orang, termasuk yang zalim.

Oleh karena itu, sebagaimana penekanan Gus Baha, kita harus sadar itu dari sekarang. Jangan malah sadar sudah nanti di akhirat, tidak ada jalan mengubahnya.

Dan, dalam ayat itu secara utuh, yang bisa kembali ke tempat yang Allah ridha, siapapun (terutama) para penyair yang mau beriman, beramal shaleh dan bertaqwa kepada Allah.

Gus Baha kerap mengingatkan, kalau semua orang hari ini menganggap uang itu penting, nanti di akhirat uang itu tidak penting. Yang penting malah soal sujud. Sujud yang sebagian orang menilai itu tidak penting hari ini, malah yang paling penting nanti.

Oleh karena itu, kata Gus Baha, kenangan terindah seorang hamba kala itu nanti pernah sujud ketika hidup di dunia.

Iqra dan Iqra

Pada akhirnya hidup ini kita butuh terhadap perintah Allah yang pertama kepada Nabi Muhammad SAW yakni Iqra dan Iqra lalu Iqra terus dan selamanya.

Baca Juga: Inilah Bahaya Kezaliman

Orang-orang yang berpikir tentang keuntungan sebenarnya itu boleh, wajar, bahkan harus. Akan tetapi jangan sampai zalim.

Kalau mau orang itu meneruskan kezalimannya, sementara ia bisa tampak menang. Tapi sebenarnya hati terdalamnya bergetar, memberikan alarm, bahwa dirinya dalam bahaya.

Orang yang zalim, sadar atau tidak, ia seperti menunggang seekor harimau. Kalau ia berhenti, harimau segera menerkam. Sementara kalau ia terus menaiki harimau, ia akan kelelahan dan diterkam juga pada akhirnya.

Oleh karena itu tidak ada jalan dalam kehidupan dunia ini yang memastikan keselamatan selain daripada iman dan amal shaleh dan saling mengingatkan dalam kesabaran dan kebenaran.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment