Home Berita Motivasi Hidup Utama dari Rizal Ramli
Motivasi Hidup Utama dari Rizal Ramli

Motivasi Hidup Utama dari Rizal Ramli

by Imam Nawawi

Rizal Ramli, mungkin banyak yang mengenal, tetapi mungkin ada juga yang baru mendengar. Pria yang akrab disapa RR itu telah wafat pada 2 Januari 2024 di RSCM.

Saya sendiri sempat mengikuti pemikirannya dalam beberapa podcast. Sosoknya tenang, tetapi jika harus “ngegas” ia tidak pernah ragu-ragu.

RR memang terkenal lantang dan kritis. Wajar jika ada yang menyebut Indonesia telah kehilangan tokoh ekonomi terbaiknya.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia itu memang tokoh pergerakan sejak mahasiswa.

Baca Juga: Membaca Penting Membaca Asing

Jasadnya telah pergi namun sebagian dari pikiran dan petuahnya akan tetap hidup. Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat (10 Desember 1954) itu banyak memberi jejak kebaikan untuk kehidupan kaum muda.

Bekal 4G

Dalam buku “Menggapai Proses (53 Kumpulan Tulisan)” karya Khasbi Abdul Malik, RR, memberikan bekal hidup berupa 4G.

Apa itu 4G? Pertama, God Willing, yakni kesadaran untuk senantiasa bersyukur dalam kondisi apapun.

Kedua, Gesit Otak. Artinya berusahalah menjadi pribadi cerdas, rasional. Karena itulah bekal penting untuk mendapat kesempatan lebih baik.

Ketiga, Gesit Tangan. Yakni selalu berupaya untuk inovatif dan mau bekerja lebih dari pada orang lain.

Keempat, Gesit Gaul, yakni mau bertemu dengan orang lain, sehingga memiliki teman dari berbagai kalangan.

RR kemudian mengatakan, “Kalau saudara punya dua dari resep 4G itu, you can live very successful. Tapi kalau punya empat-empatnya, sudah Allah kasih izin, yang kedua gesit otak, gesit tangan, gesit gaul, you can anybody you want to.”

Fokus

Lebih jauh RR juga pernah memberi motivasi di hadapan 126 mahasiswa penerima beasiswa LPDP.

Ia mengisahkan bahwa RR punya banyak teman yang berhasil kuliah ke luar negeri.

Namun karena mereka tidak punya fokus, tidak disiplin, tidak jujur, dan tidak ulet, mereka tidak menjadi apa-apa.

Menurut RR, kecerdasan itu perlu. Tetapi hidup sukses tak bisa hanya berbekal kecerdasan.

Seorang mahasiswa harus mau fokus, disiplin, jujur dan ulet.

Sekilas masa kecil, RR telah menjadi yatim piatu sejak usia 7 tahun. Dan, itulah yang membentuk karakter kuat dalam diri pria lulusan ITB itu.

Baca Lagi: Lelah itu Perlu

Sebuah media mengabarkan, selama kuliah di ITB, RR benar-benar berjuang untuk bisa membiayai kuliahnya sendiri. Luar biasa.*

Mas Imam Nawawi

 

Related Posts

Leave a Comment