Home Kisah Menguatkan Visi Berkeluarga
Menguatkan visi berkeluarga

Menguatkan Visi Berkeluarga

by Imam Nawawi

Siang ini saya baru mendapat Majalah Hidayatullah Edisi Maret 2024. Saya memang berlangganan media cetak bulanan ini. Pada halaman 52-53 saya bertemu tulisan junior saya, Robinsah alias Khairul Hibri. Ia menuangkan pikiran perihal menguatkan visi berkeluarga.

Mengapa tema itu ia ambil? Tidak lain karena fakta menganga yang menyebutkan bahwa ada 516.334 kasus perceraian yang terjadi pada 2022.

Artinya banyak keluarga Indonesia yang goyah, bimbang, bahkan akhirnya pecah dan terpisah. Pertanyaan lanjutannya, mengapa?

Baca Juga: Mari Kuatkan Keluarga

Faktornya tidak tunggal. Ada perceraian karena faktor ekonomi, faktor komunikasi, hingga kekerasan yang terjadi. Bahkan arus materialisme dan feminisme, menurut Hibri sangat berpengaruh terhadap semua itu.

Ingat Niat

Adinda Robinsah melihat semua itu terjadi karena boleh jadi suami-istri terjebak pada masalah yang mereka hadapi. Alih-alih saling menguatkan untuk bertahan, mereka terseret arus emosi karena keadaan.

Padahal kalau mereka mengingat-ingat, niat mereka menikah, visi mereka berkeluarga, boleh jadi mereka akan punya tambahan imunitas lahir dan batin yang sangat mereka perlukan untuk mempertahankan bahtera rumah tangga.

Sebab saat orang lupa niat menikah, mengabaikan visi berkeluarga, sangat mungkin mereka terseret pada pertikaian tanpa ujung. Energi habis untuk saling adu argumen yang tak memberi kesimpulan baik.

Dalam hal ini, kita penting kembali memperhatikan niat itu. Terlebih niat dalam Islam adalah perkara paling mendasar.

“Ajaran agama menjadi pondasi terkuat untuk mengukuhkan perkara ini. Karena terbukti, hadirnya ajaran Islam telah merekatkan hubungan ntar manusia yang sebelumnya gemar bertikai bahkan berperang, menjadi saling membantu bahkan berkasih sayang satu sama lainnya, tak terkecuali dalam lingkup keluarga,” urai Hibri lebih dalam.

Langkah

Agar suami istri tidak mudah bertikai dan menjauhi pertengkaran yang melelahkan, maka kembalilah pada langkah-langkah orang terdahulu dalam memperkuat iman dalam keluarga.

Baca Lagi: Kekuatan Besar dalam Silaturrahmi

Mulailah untuk Tahajjud bersama, suami dan istri. Kemudian perbanyak waktu berinteraksi suami dan istri. Bahkan suami dan istri harus saling menguatkan dalam ibadah dan tazkiyatun nafs.

Pendek kata, Adinda Robinsah memberikan pesan penting kepada keluarga Indonesia: jadilah pasangan yang saling menguatkan dalam iman, ibadah dan terus perbaiki komunikasi. Jangan karam bahtera rumah tangga oleh masalah.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment