Sebagian besar orang pasti pernah mengeluh. Boleh jadi sebagian yang lain malah hobi mengeluh. Padahal mengeluh itu bisa memberi dampak buruk bagi kehidupan seseorang. Lalu bagaimana agar kita selamat dari sering mengeluh?
Seorang guru pernah mengajari saya soal esensi manusia. Ia mengatakan bahwa apa yang manusia ucapkan itulah gema dari jiwanya.
Guru saya yang lain mengatakan, manusia tidak mungkin akan berkata-kata melebihi jangkauan pemikirannya. Jadi, kalau seorang manusia tidak memiliki pikiran besar, bisa dipastikan ia akan mudah mengeluh. Ketemu masalah, kena ketidaknyamanan, ia akan segera mengeluh.
Mengikat Beban
Namun apa alasan orang mudah mengeluh? Ada persangkaan yang keliru. Mereka mengira dengan mengeluh bebannya akan berkurang. Padahal dengan mengeluh orang malah mengencangkan ikatan beban itu ke dalam fisik dan hatinya.
Robin Kowalski (2003) mengatakan bahwa mengeluhnya seseorang itu bukan semata karena masalah, tapi soal dahaganya akan perhatian dan validasi. Kalau itu terjadi maka orang itu akan terkuras energinya.
Tidak ada orang bisa tersenyum ketika ia mengeluh. Juga tidak akan ada orang yang menjadi optimis setelah dia mengeluh. Mengeluh menjadikan akal kehilangan kemampuan berpikir terbaiknya.
Dalam kata yang lain mengeluh apalagi kepada manusia itu akan mengundang kerugian demi kerugian bagi kehidupan seseorang.
Mengeluhlah Seperti Nabi Ya’qub
Tapi bukankah manusia butuh untuk mengeluh? Itu benar. Nabi Ya’qub pun melakukannya. Bedanya, beliau melakukan itu kepada Allah, bukan kepada manusia.
“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku” (QS. Yusuf: 86).
Mengeluh kepada manusia maksimal akan mengundang rasa kasihan dari orang lain muncul dan selesai. Kadang kala kalau mengeluh kepada sesama yang juga sedang terkena masalah, maka keluhan satu dengan keluhan lain akan bertemu.
Akan tetapi, kalau kita mengeluh, mengadu, memohon solusi kepada Allah, kita akan mendapatkan kekuatan.
Dalam kata yang lain, jangan tumpahkan sampah pikiran kita ke telinga manusia. Tapi alihkan aduan itu kepada Allah Yang Maha Mendengar.
Sekarang, mulailah untuk menemukan hal yang bisa kita perbaiki. Jangan melulu terpenjara oleh rasa tidak nyaman karena perilaku orang lain.
Kemudian hal yang penting kita catat, dunia tidak akan berubah hanya karena ada yang tidak kita suka. Tapi hidup kita ini akan benar-benar berubah dan menjadi lebih baik kalau kita mulai berhenti meratapi berbagai masalah yang sering kita keluhkan.*
