Home Kajian Utama Mengapa Mesti Putus Asa?
Mengapa Mesti Putus Asa?

Mengapa Mesti Putus Asa?

by Imam Nawawi

Kata putus asa sepertinya jauh dari kehidupan kita. Tetapi dua berita yang saya temukan baru-baru ini, yang beredar di WAG berisi tentang seorang suami yang memilih bunuh diri. Satu stres tidak kunjung dapat pekerjaan. Ia melompat dari ketinggian 40 meter. Kedua, frustasi tidak dapat memberi nafkah anak dan istri. Ia menusuk perutnya sendiri.

Saya tidak tahu apakah dua orang ini bersalah sendiri. Atau itu salah semua orang yang mestinya melindungi rakyat kecil agar tidak hidup dalam ketakutan dan kelaparan.

Baca Juga: Sikap Pantang Menyerah Kamu Wajib Punya

Namun, terlepas dari konteks apapun, sebagai Muslim, kita memang harus berjuang keras menjauhi kata putus asa. Apalagi sampai menjelma jadi tindakan.

Nabi Ya’qub

Ikhtiar kita paling utama kembali kepada Allah dengan mempelajari Alquran.

Perhatikan, yang namanya orang hidup dalam kesulitan, itu bukan hanya saya atau kita saja. Para kekasih Allah pun mengalaminya.

Perhatikan hidup Nabi Ya’qub. Sejak lama ia kehilangan sang putra tercinta, Yusuf.

Kemudian tiba masa paceklik. Ya’kub pun memerintahkan anaknya datang ke Mesir. Memang pulang bawa gandum, tetapi adik Yusuf, Bunyamin tertahan di Mesir.

Nabi Ya’qub semakin sedih atas kejadian itu. Namun, ia sebagai ayah, sebagai pemimpin keluarga tidak kenal putus asa.

“Wahai anak-anakku, pergi dan carilah berita tentang Yusuf beserta saudaranya. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87).

Rahmat Allah

Rumus terbaik agar kita terhindar dari putus asa sadarilah bahwa dunia ini melimpah ruah rahmat Allah kepada siapapun juga.

Ketika kita belum mendapat pekerjaan, maka jangan bingung apalagi putus asa.

Ingatlah bagaimana saat kita dalam kandungan ibu, apakah kita telah bekerja?

Dalam artian, rahmat Allah kadang kala tidak harus datang dengan cara-cara umum manusia mendapatkannya.

Misalnya, seorang anak yatim, ia sibuk membaca Alquran. Akan tetapi kebutuhan pokoknya Allah penuhi.

Begitu pun saat kita dalam kondisi sulit dan sebagainya, jangan pernah menganggap bahwa hanya usaha diri sendiri yang akan menjadi sebab solusi.

Oleh karena itu berdoa dan berusaha menjadi kunci. Sembari terus mencari informasi pekerjaan yang dapat dijalani, berdoa kepada Allah jangan kenal henti.

Baca Lagi: Allah Maha Pengampun

Daripada bengong berandai-andai, bacalah Alquran, sholat berjama’ah ke masjid dan lain sebagainya. Insha Allah rahmat Allah akan memberikan solusi atas masalah yang siapapun hadapi.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment