Home Kajian Utama Menemukan Hikmah dan Inspirasi dari Sosok Sederhana, Pemimpin Umum Hidayatullah
Menemukan Hikmah dan Inspirasi dari Sosok Sederhana, Pemimpin Umum Hidayatullah

Menemukan Hikmah dan Inspirasi dari Sosok Sederhana, Pemimpin Umum Hidayatullah

by Imam Nawawi

Ada keindahan tersendiri saat kita menyadari bahwa kebijaksanaan dan inspirasi tidak selalu datang dari orang-orang yang berpangkat atau punya jabatan tinggi atau berjabatan. Terkadang, justru dalam kesederhanaan seseorang kita menemukan sebuah cahaya yang menerangi jalan kehidupan kita. Kalimat-kalimatnya padat, mengandung hikmah dan inspirasi mendalam. Orang itu adalah Pemimpin Umum Hidayatullah.

Beliau bukanlah orang berpangkat. Tapi bertahta di hati banyak kader, jiwanya teduh, pikirannya ke depan, dan sejarahnya terukir dalam perjuangan yang menginspirasi. Beliau adalah Ustadz Abdurrahman Muhammad, Pemimpin Umum Hidayatullah.

Setiap kata-kata yang disampaikan oleh sosok itu sederhana namun mengandung kekuatan yang mampu membangkitkan potensi tersembunyi dalam diri kita.

Kala beliau berbicara dan saya dapat tempat yang memungkinkan sambil menulis, rasanya semua inspirasinya bisa menjadi satu bahasan buku.

Baca Juga: Silatnas Hidayatullah dan Progresivitas Dakwah

Dari setiap ungkapan, kita merasakan dorongan untuk berpikir lebih dalam, berbuat lebih baik, dan meraih tekad yang kuat untuk mencapai tujuan hidup.

Ringan Tapi Penting

Ustadz Abdurrahman Muhammad bisa menyusun kalimat yang ringan namun berbobot, alias penting.

Salah satu kalimatnya yang mencuat dalam benak saya adalah, “Jika tubuh seseorang 100 persen sakit dan kemudian 60% bisa diobati, itu berarti peluang kesehatan masih terbuka lebar.”

Bagaimana, sarat makna bukan kalimat dari beliau?

Saya pun merenungkan maksud yang terkandung di dalamnya.

Jika kita mengaitkan kalimat itu dengan perjalanan hidup, mungkin maksudnya adalah bahwa walaupun kita tidak sempurna, kita tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

Meskipun tidak mampu memberikan segalanya, namun usaha kita untuk berkontribusi dalam kebaikan masih memiliki nilai yang besar.

Dalam konteks spiritual, saya menyimpulkan bahwa jika dari seluruh umur ini 60% telah kita gunakan untuk menjalankan ajaran agama dengan tulus, maka itu sudah merupakan langkah yang besar dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Walaupun kita bukanlah Nabi, namun dengan ikhlas kita mencintai dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW, serta berharap mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW kelak di akhirat.

Belajar

Dari sosok sederhana inilah kita belajar bahwa inspirasi sejati tidak tergantung pada status sosial atau jabatan, namun lebih pada kedalaman jiwa dan kebijaksanaan yang terpancar dari hati yang ikhlas.

Pada level ini kita jadi paham, pentingnya duduk dan bergaul dengan orang-orang punya visi, tekun dalam ibadah dan senang beramal sholeh.

Baca Lagi: Menggali Hikmah di Setiap Langkah

Dalam kesederhanaan itulah terdapat kearifan yang mampu menerangi langkah-langkah kita dalam menjalani kehidupan ini.

Sahabat sekalian juga pasti punya sosok yang seperti itu. Selalu murah senyum, kalau bicara kalimatnya menentramkan dan legacy-nya bagi banyak orang luar biasa. Kalau ada, dekati, temani dan teruskan ide-ide serta gagasannya.*

Mas Imam Nawawi

 

Related Posts

Leave a Comment