Home Opini Memahami Kembali Soal Kebenaran
Memahami kembali soal kebenaran

Memahami Kembali Soal Kebenaran

by Imam Nawawi

Dalam hidup serba instan seperti sekarang, apakah masih relevan kita berpikir kembali, tepatnya memahami lagi soal kebenaran?

Kalau kaitannya agama (Islam) kita justru butuh untuk terus menerus memperdalam. Sebab banyak kebenaran Islam tersingkap seiring perjalanan waktu.

Namun dalam konteks hidup berbangsa dan bernegara, kebenaran tetap hal yang utama. Terlebih bagi anggota DPR RI. Mereka adalah kelompok elit masyarakat yang harus paham betul apa itu kebenaran.

Sebagai dalil, maka kebenaran itu harus berlaku bagi setiap orang, bukannya benar untuk golongan orang karena berguna. Pada waktu yang sama orang lain tidak merasakan kebenaran, karena tidak berguna baginya.

Dalam hal pembuatan UU, Anggota DPR harus memahami betul, apa itu kebenaran.

Kalau tidak, maka ia hanya akan bisa membuat UU yang menguntungkan dirinya dan pada sisi lain, menjerumuskan rakyat ke dalam lubang penderitaan.

Baca Lagi: Mendengar Namun Mengubah Kebenaran, Kok Bisa?

Dan, bagi mereka itu bukan kesalahan. Karena kebenaran pragmatisme telah jadi jalan hidup sebagian besar dari mereka.

Simpel

Secara teoritis akan banyak penjelasan yang kita perlukan untuk memahami kebenaran. Akan tetapi kebenaran itu simpel saja.

Intinya kebenaran itu tidak mau; ia bertentangan dengan; kesalahan, kebohongan, kepalsuan, kekhilafan, khayalan, kebatilan, egoisme, pragmatisme, kepentingan kelompok semata, dan kesesatan.

Sebaliknya kebenaran itu sangat dekat dengan mentalitas positif, semangat berani berjuang, tidak takut berkorban, memikirkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi dan golongan dan seterusnya.

Jika dasar negara kita Pancasila menghendaki keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun sebagian besar rakyat hidup miskin dan segelintir orang hidup sangat berlimpah harta, maka itu telah terjadi ketidakbenaran.

Oleh karena itu suara-suara yang mendorong keadilan tercipta, pemerataan ekonomi terbukti akan terus ada. Sebab sebagai bangsa dan negara, kita punya tujuan yang sama, kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia. Manakala tidak terwujud, pasti ada kesalahan.

Dengan pemahaman yang simpel ini kita berharap Anggota DPR RI ke depan dapat memahami apa kebenaran dengan sangat jelas, nyata dan bisa langsung rakyat rasakan.

Kembalilah

Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Kembalilah kepada UUD 45 dan Pancasila dengan nilai-nilai heroisme dalam keteladanan para pahlawan bangsa.

Baca Lagi: Kebenaran dan Kepatutan

Tidak mungkin Indonesia merdeka tanpa perjuangan dan sekaligus pengorbanan. Kalau benar masuk partai politik ingin membangun, maka sejak sekarang buktikan cinta itu kepada rakyat.

Jika benar, membangun partai untuk kemajuan bangsa dan negara, maka jangan banyak bicara. Bekerjalah sungguh-sungguh.

Dan, kata kunci terakhir, kalau benar ingin mendapat ridha Allah, maka pilihlah jalan yang lurus, bukan jalan-jalan yang berkelok, menjurus pada kemurkaan-Nya.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment