Home Kajian Utama Memahami Anugerah yang Luar Biasa
Memahami Anugerah yang Luar Biasa

Memahami Anugerah yang Luar Biasa

by Imam Nawawi

Mentari baru saja menyapu permukaan bumi di bagian Timur Pulau Jawa. Sembari nyeruput kopi saya membuka status WA guru saya, Ustadz Endang Abdurrahman. Isinya sangat menarik, yang membuatku punya kesimpulan bagaimana kita memahami anugerah yang luar biasa dari sisi-Nya.

Status beliau berisi ungkapan dari Syaikh Ibn Athaillah yang bunyinya seperti ini.

Baca Juga: Bahagia Sekarang Juga

“Ketika Allah menjadikan dhahir (tubuh) kita ringan diajak beribadah, sedang batin (hati) kita tabah serta tulus menerima ketetapan-Nya, maka sungguh Dia telah memberikan anugerah terbesar-Nya.”

Mari Kita Cerna

Ungkapan itu memberikan dua subjek penting dalam diri manusia, tubuh dan hati.

Orang bahagia, bermanfaat dan bermakna hidupnya diukur dari kondisi hati dan badannya.

Jika orang itu badannya senang ibadah. Kemudian hatinya ridha dengan apapun ketetapan Allah, maka orang itulah yang bahagia, yang hidup penuh kebermaknaan.

Dalam kata yang lain, orang yang abai dengan sinkronnya hati dan badan yang seperti itu, pasti tidak bahagia. Karena ia tidak mendapat anugerah luar biasa dari Allah.

Orang seperti itu semakin bingung kala mendadak jadi orang kaya. Dan, badannya kian jauh dari ibadah kepada-Nya.

Seluruh materi yang ia takut kehilangan dan berkurang, semakin menambah ketidakbahagiaan dalam jiwanya.

Hakikat

Ungkapan Syaikh Ibn Athaillah itu adalah kalimat-kalimat hakikat. Tidak akan menembus ke dalam jiwa kecuali orang yang memahami dengan ilmu dan hidup dengan orientasi iman.

Baca Lagi: Moral atau Modal?

Kalau masih bimbang, lihatlah dunia hari ini, kemajuan teknologi tak menjamin ekonomi tenang. Jepang dan Jerman telah mengalami resesi ekonomi.

Indonesia yang kaya sumber daya alam hingga kini masih harus bergelut dengan kemiskinan dan keterbelakangan. Mengapa? Karena negara dikelola hanya pakai akal semata. Apakah demikian?*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment