Home Artikel Mau Apa Kalau Surya Paloh – Jokowi Bertemu?
Mau Apa Kalau Paloh - Jokowi Bertemu?

Mau Apa Kalau Surya Paloh – Jokowi Bertemu?

by Imam Nawawi

Usai Pemilu 2024, masyarakat memberi perhatian tajam pada hasil hitung suara. Terlebih angka perolehan Capres dan Cawapres 02 mencapai 57%. Sebuah hasil yang membuat masyarakat terbelah, ada yang percaya langsung dan sisi lain ada yang memberi catatan. Belum usai perkara itu, muncul berita yang tak kalah menyedot perhatian, Jokowi bertemu Surya Paloh. Lalu?

Berita awal menyebutkan istana memanggil Surya Paloh. Kemudian narasi lanjutannya, ternyata Surya Paloh yang meminta bisa bertemu Jokowi.

Sampai saat ini, belum ada bocoran apalagi keterangan, perihal apa dua tokoh itu bertemu. Lantas apa yang bisa kita tangkap dari jarak jauh atas pertemuan dua politisi itu?

Stabilisasi Politik

Dugaan paling awal, mengapa kedua tokoh itu bertemu, tentu adalah dalam upaya menciptakan stabilitas politik.

Baca Juga: Cerdik Melihat Realitas Politik

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Joanes Joko memperkirakan, pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam rangka membentuk komunikasi politik. Menurutnya, pertemuan itu untuk menjaga agar kondisi politik nasional berjalan stabil.

“Itu agar pemerintahan dapat kembali fokus dengan target dan capaian yang dilakukan,” kata Joanes dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Senin (19/2/2024). Joanes mengatakan, membangun komunikasi politik penting dilakukan karena tokoh seperti Surya Paloh.

Konsisten

Sementara itu Capres nomor urut 1 Anies Baswedan menilai pertemuan dua sosok politisi itu tak mengubah konsistensi Surya Paloh dalam koalisi perubahan.

“Baik baik saja dan saya melihat tidak ada perubahan sikap, sikap tetap konsisten berada di dalam Koalisi Perubahan, dan saya memandang tidak ada pergeseran apapun,” ungkap Anies kepada wartawan seusai menghadiri acara Sidang Promosi Doktor di Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Senin (19/2/2024) seperti dilansir detik.com.

Anies kemudian menegaskan. “Ya selalu komunikasi dan tidak ada pergeseran posisi, sama sekali tidak ada, dan pertemuan itu sesuatu yang biasa-biasa saja,” ucapnya.

Timbangan Umum

Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh menarik perhatian karena tuntutan publik secara moral dan etika.

Pertama, Jokowi adalah pihak yang memiliki kepentingan putranya yang jadi cawapres dari capres 02 unggul. Sedangkan Surya Paloh berada pada pihak yang berkepentingan menjadikan Anies Baswedan sebagai capres nomor urut 1 unggul.

Baca Lagi: Hadapi Adu Domba dengan Akhlakul Karimah

Jika keduanya berkompetisi lalu bertemu dalam situasi yang tak menentu dalam hal penghitungan suara yang masih berlangsung, apakah itu pertemuan biasa-biasa saja?

Kalau misalnya pertemuan itu untuk merespon kemungkinan suhu politik yang kian panas pasca Pemilu, apakah bisa hanya dilakukan oleh Jokowi dan Surya Paloh. Bukankah Jokowi juga harusnya bertemu PDIP?

Kedua, bagi Surya Paloh, pertemuan dengan Jokowi itu bukan tanpa resiko. Mengingat langkah itu harus dipahami oleh pemimpin tinggi partai anggota koalisi perubahan. Termasuk publik yang terlanjur mengharapkan Surya Paloh bisa konsisten.

Tetapi, kalau melihat keterangan Anies, sepertinya resiko internal koalisi perubahan misunderstanding sangat kecil.

Lalu apa lagi yang bisa kita timbang?

Ini poin ketiga. Kalau melihat gaya Jokowi yang mampu mengajak lawan politik sebagai kawan, sepertinya Jokowi akan melakukan hal itu kepada Surya Paloh.

Nalar umumnya akan berkata seperti ini, “Prabowo saja bisa masuk koalisi, apalagi Surya Paloh.” Tetapi kita tidak tahu betul apa iya demikian.

Satu hal yang pasti, beginilah politik. Politisi tampak tak pernah benar-benar bermusuhan, juga tampak tak sungguh-sungguh berkawan. Rakyat harus cerdas. Itu saja!*

Mas Imam Nawawi

 

Related Posts

Leave a Comment