Home Kajian Utama Mas, Apa Sarannya Kalau Saya Menikah Tahun Ini?
Mas, Apa Sarannya Kalau Saya Menikah Tahun Ini?

Mas, Apa Sarannya Kalau Saya Menikah Tahun Ini?

by Imam Nawawi

Seorang pemuda menemuiku. Sesaat kemudian ia melemparkan pertanyaan. “Mas, apa sarannya kalau saya menikah tahun ini?”

Spontan saya menjawab, sangat bagus.

“Tapi, Mas. Saya belum kelar kuliah. Tinggal skripsi,” imbuhnya.

Baca Juga: Nikah, Kadang Kita Lupa Sebagai Apa dalam Berpikir

Saya tersenyum kepadanya. Sembari nyeruput kopi hitam tanpa gula, saya katakan, jauhkan keraguan.

Tegas Menentukan Pilihan

Hidup memang penuh ketidakpastian. Akan tetapi tidak berarti kita harus selalu menjadikan keraguan sebagai hakim, yang menentukan arah gerak batin dan sikap diri sendiri.

Menghadapi situasi seperti pemuda dalam kisah ini, kita harus memahami bahwa kuliah dan menikah adalah kebaikan.

Artinya, sesama kebaikan, bukan langkah yang tepat kalau dibenturkan. Justru, bagaimana menemukan “jembatan” terbaik untuk keduanya bisa berjalan bersama.

Memandang hal itu juga tidak cukup rasio belaka. Butuh juga kekuatan tauhid yang selama hidup telah dipelajari sejak anak-anak.

Tidak sedikit anak muda menikah saat kuliah. Dan, mereka berhasil menjadi orang yang sukses dalam rumah tangga, bahkan hadir dalam kehidupan dengan karya-karya.

Najwa Shihab misalnya, ia menikah pada usia 20 tahun. Kalau era sekarang, umur 20 kira-kira sedang kuliah semester berapa?

Satu hal yang utama, menikah harus dapat restu orangtua. Najwa Shihab sendiri mendapatkan izin dari Prof Quraish Shihab dengan satu catatan, tetap menyelesaikan kuliah.

Dan, seperti sekarang kita lihat, Najwa punya argumen tegas mengapa memilih menikah saat kuliah.

“Karena sudah menemukan orang yang tepat, jadi untuk apa menunda kebahagiaan,” katanya.

Saya ambil contoh Najwa, karena dia publik figur, semua kalangan mengenalnya. Sebagai jurnalis hebat, satu hal yang Najwa miliki, selalu percaya diri dan jauh dari sikap ragu-ragu.

Keyakinan

Saran saya kepada pemuda yang bertanya itu kemudian adalah memantapkan keyakinan.

Baca Lagi: Bismillah Menikah

Jika umur telah matang, 25 tahun ke atas. Kemudian datang kesempatan menikah dengan wanita sholehah, maka langkah berikutnya pastikan bahwa skripsi akan segera dituntaskan.

Karena pada dasarnya manusia tidak bisa lepas dari masalah bahkan tantangan. Langkah yang perlu kita ambil adalah membuat pemetaan, menyiapkan kekuatan diri, susun rencana. Baru bismillah, melangkah.

Sejauh diri yakin, komitmen dan disiplin. Maka pernikahan kala kuliah tak akan jadi hambatan untuk sukses belajar dan berhasil membangun rumah tangga sakinah, mawaddah warahmah dengan izin Allah.

Mendengar ulasanku, pemuda itu tersenyum. “Insha Allah, Mas. Bismilah coba hilangkan keraguan dahulu,” ucapnya dengan tatapan penuh energi.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment