Home Berita Maling Motor Mulai Gentayangan, Waspada!
Maling Motor Mulai Gentayangan, Waspada!

Maling Motor Mulai Gentayangan, Waspada!

by Imam Nawawi

Semalam (7/5/24) seorang warga Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, bertutur bahwa sore hari saat aktivitas mengaji tengah berlangsung, salah satu motor santri dewasa yang rapi dalam parkiran ternyata berada dalam pantauan maling motor. Tak banyak kepala yang mengendus aksi maling itu, kecuali seorang ibu yang sedang di dalam rumah. Ia berteriak dan maling itu langsung lari, kabur.

Motor yang jadi incaran itu adalah Honda Beat.

Saya pun iseng membuka berita, ketemu juga judul berita serupa. “Korban heran maling di Tebet sasar motor baru lunas.”

Terlepas judulnya soal motor atau lunas, kata maling, adalah kata kuncinya.

Beda nasib, maling yang di Tebet tertangkap warga. Jelas maling itu pun dapat bogem mentah dari warga dan kini sedang dalam perawatan medis di rumah sakit.

Kesempatan

Kapolsek Tebet Kompol Murodih menyangkal bahwa maling motor pilih motor yang sudah lunas. Tapi motor siapa saja yang memang empuk jadi sasaran.

“Mereka itu yang penting ada kesempatan, bisa berbuat, dikerjain tanpa melihat itu motor baru, motor lama. Kalau ada kesempatan diambil,” ujarnya seperti dilansir detik.com.

Waspada

Memang benar sekali ungkapan Kapolsek Tebet itu.

Benar dalam artian kewaspadaan pemilik motor memang harus ekstra.

Saya menemukan fakta lain di Kompas. Seorang pencuri motor menggondol sepeda motor pedagang kue pancong dengan sangat santai.

Akses Harian Kompas praktis, kapan saja, dan dari mana saja lewat aplikasi. Unduh sekarang!

Pasalnya sang pedagang kue membiarkan motornya parkir dengan kunci kontak yang melekat. Jelas tinggal on, gas, hilang. Mungkin sang pedagang merasa aman-aman saja.

Ternyata pencuri itu spesialis penggasak motor orang yang kuncinya masih terpasang. Begitu lengah, motor langsung ia bawa kabur. Cepat sekali.

Marak

Pencurian motor, mengapa marak, lalu senyap dan seketika santer lagi?

Menarik ungkapan Kriminolog dari FISIP UI, Yogo Tri Hendiarto.

Baginya, pencurian motor mudah marak karena banyak faktor. Misalnya, peminat motor yang begitu banyak. Risiko tertangkap lebih rendah dan cepatnya siklus penjualan.

Dan, tentu saja juga faktor ekonomi. Situasi ekonomi yang sulit juga bisa memunculkan ide mencuri siapa saja, sekalipun umumnya pelaku pencurian berasal dari latar ekonomi rendah.

Mengatasi

Tak ada cara efektif menghadapi maling motor, kecuali kita sendiri sebagai pemilik meningkatkan kewaspadaan.

Saya punya seorang teman, setiap kali parkir motor, ia akan menambahkan kunci tambahan. Sering aksinya itu mengundang pertanyaan teman-temannya. “Tidak ini jaga-jaga saja!”

Hal tersebut jadi perilakunya dalam memperlakukan motor karena berulang kali ia mendapati teman dan tetangganya kehilangan motor.

Kemudian berdoa, semoga bangsa Indonesia Allah berikan kekuatan iman dan ekonomi yang baik, sehingga jangan ada orang mencuri karena lapar, sakit dan sebagainya.*

Mas Imam Nawawi

 

Related Posts

Leave a Comment