Home Kajian Utama Kunci Bahagia itu dengan Menikmati Hidup
Kunci Bahagia itu dengan Menikmati Hidup

Kunci Bahagia itu dengan Menikmati Hidup

by Imam Nawawi

Sekitar sepekan silam, saya kembali bertemu Prof. Dr. Amin Suma. Tidak lama berselang usai tanya kabar, saya utarakan satu pertanyaan. Apa rahasia Prof bisa segar sampai sekarang. Jawabannya singkat, “Kunci bahagia itu dengan menikmati hidup.”

Jawaban itu saya kira bukan sekadar balasan. Memang faktanya seperti itu. Terlebih kalau saya hubungkan dengan beberapa orang yang telah lama saling kenal, bahkan hampir satu dekade lamanya.

Baca Juga: Profesor dengan 11 Anak dan Berhasil Semua

Akan tetapi dari pertemuan tahun pertama dan tahun ke 10, yang ia ceritakan selalu sama, masalah pada masa lalunya. Hal itu terus yang ia ungkap, ia ungkit, sehingga seakan-akan dunia jalan ditempat.

Move On

Kata move on pun menjadi hal penting untuk lepas dari kondisi itu. Yakni ketika orang tidak bisa menikmati hidup yang ia jalani sekarang, di sini dan saat ini.

Padahal saat orang hidup dengan selimut penyesalan, kecemasan, kesedihan atau kemarahan itu akan membuat dirinya sulit mendapat kebahagiaan.

Kata Gus Baha, kalau terus seperti itu, lama-lama tidak ridha dengan takdir Allah. Dan, itu perbuatan yang sangat merugikan diri sendiri, bahkan iman dalam hati.

Jadi, move on, berubah, berbenah. Jangan bingkai kehidupan saat ini apalagi masa depan dengan pengalaman buruk yang pernah terjadi pada masa lalu.

Istilah sekarang jangan sampai kita terkena yang namanya Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD.

Satu kondisi yang mana orang hidup tertekan karena beban mental masa lalu yang tak segera ia sadari dan buang. Kondisi itu akan mempengaruhi cara orang memandang hari ini dan masa depan.

Gagal mengatasi hal itu orang akan mudah sakit kepala, keringat dingin, maag, dan lain sebagainya.

Fokus Kebaikan

Seperti Prof Amin Suma, kalau kita lihat sekarang, beliau tampak sangat bahagia, seakan masa lalu memang indah. Tapi itu perkiraan keliru.

Prof Dr Amin Suma juga mengalami masa menanjak, yang mana beliau harus sabar, mesti mau mengkompromikan idealisme dengan realitas masyarakat yang kala itu belum antusias terhadap ilmu seperti orang zaman sekarang.

Baca Lagi: Subhanallah Ini Pikiran Anak Kelas 3 SD

Akan tetapi beliau memilih sabar. Bahasa beliau kemarin, saya nikmati semua itu sebagai proses. Alhamdulillah kini setelah 30 tahun bergelut di bidang syariah, terutama zakat, beliau berhasil menulis satu buku besar tentang zakat.

Jadi kuncinya harus fokus pada kebaikan. Kebaikan apa yang paling mungkin kita lakukan, ayo lakukan, sekarang dan seterusnya.

Dalam dugaan saya, buku ini akan jadi karya monumental sang Prof Amin Suma pada bidang zakat. Karena buku itu selain tebal juga berproses dari waktu ke waktu dengan bekal pengalaman yang panjang, tiga dekade. Keren, Prof.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment