Home Kajian Utama Kisah Bani Israel, Apa Relevansinya dengan Era Kini?
Kisah Bani Israel, Apa Relevansinya dengan Era Kini?

Kisah Bani Israel, Apa Relevansinya dengan Era Kini?

by Imam Nawawi

Bani Israel bisa kita anggap menjadi bagian “headline” dari Alquran. Tentu sangat sarat pelajaran mengapa Bani Israel menjadi sentral pembahasan, terutama dalam Surah Al-Baqarah. Lalu apa relevansinya dengan kehidupan kita sekarang?

Pertama, Bani Israel alias Yahudi adalah orang yang keras hatinya. Mereka tetap tidak mau menerima kebenaran dari Nabi Musa sekalipun mukjizat amat jelas mereka saksikan (QS. 2: 74).

Kedua, Bani Israel sangat rakus terhadap dunia melebihi orang-orang musyrik dan mereka mengklaim diri sebagai penghuni surga (QS. 2: 94).

Namun, Allah melalui firman-Nya di dalam Alquran bahwa klaim Bani Israel itu jauh dari kebenaran.

Kalau benar mereka adalah penghuni surga, maka hendaklah mereka segera menuju kematian dengan keinginan yang besar. Dan, itu tidak mungkin Bani Israel lakukan, karena hakikatnya mereka sangat gila dengan kehidupan dunia ini.

Baca Juga: Tahu Kenapa Mereka Dimurkai?

Tentu saja, masih banyak apa yang bisa kita ambil pelajaran dari sikap dan karakter Bani Israel. Namun dua hal itu adalah catatan minimal yang bisa kita jadikan pelajaran.

Ngeyel

Membaca kisah Bani Israel yang menolak kebenaran yang begitu nyata mereka saksikan, kita bisa sebut mereka sebagai kaum yang ngeyel (bandel, bodoh dan jumud).

Akibatnya mereka selalu tidak percaya terhadap Nabi Musa.

Saat mereka mengalami kasus ada orang yang meninggal dan meminta Nabi Musa memohon agar Allah menjelaskan perkara itu dengan terang, mereka tetap menolak jawaban yang Allah berikan.

Allah memerintahkan mereka menyembelih seekor sapi. Mereka malah merespon bahwa apakah Allah mengolok-olok mereka (QS. 2: 67).

Pelajaran

Dengan demikian, membaca kisah Bani Israel dalam Al-Baqarah kita akan tahu bahwa sikap sombong hanya membuat diri semakin bodoh dan merugi.

Pelajaran yang bisa kita ambil, apa yang Allah perintahkan melalui Nabi-Nya hendaknya kita terima dengan penuh keyakinan. Bukan ditolak apalagi dengan alasan rasionalitas belaka.

Ketika Allah memerintah Bani Israel menyembelih sapi, seharusnya mereka lakukan. Bukan malah memberi komentar yang asal-asalan.

Ingat semua perintah Allah pasti baik jika manusia melakukannya. Pun sebaliknya, semua larangan-Nya pasti buruk kalau manusia melakukannya.

Selanjutnya, Allah tidak pernah mengistimewakan manusia manapun juga, apalagi Bani Israel. Jika memang seseorang yakin dirinya akan masuk surga, langsung saja minta kematian.

Namun sebenarnya manusia itu sangat takut kehilangan apalagi sampai berpisah dengan kehidupan dunia ini. Hal tersebut karena mereka banyak melakukan keburukan. Dan, itulah yang menjadikan mereka takut dengan kematian.

Padahal, pintu untuk masuk surga itu, ya, kematian. Tetapi mengapa mereka mengklaim masuk surga, tetapi tetap ingin di dunia, bahkan kalau bisa 1000 tahun lamanya.

Baca Lagi: Allah Maha Pengampun

Artinya, manusia butuh materi dalam kehidupan dunia ini. Tetapi jangan menjadi materialis dengan prinsip hidup materialisme. Karena itu hanya mengulangi apa yang Bani Israel lakukan, yang terang merugikan.*

Mas Imam Nawawi

 

 

Related Posts

Leave a Comment