Home Kajian Utama Keuntungan Jiwa yang Menikmati Kesunyian Malam
Keuntungan Jiwa yang Menikmati Kesunyian Malam

Keuntungan Jiwa yang Menikmati Kesunyian Malam

by Imam Nawawi

Dalam malam sunyi
Hatimu nyaman
Menyelam menemukan diri
Tak akan goyah menumbuhkan kebaikan

Ungkapan itu merupakan bongkah kesadaran saat diri beroleh nikmat untuk menemani malam. Sungguh beruntung jiwa yang berusaha menikmati kesunyian malam.

Baca Juga: Berubah dengan Berkah di Pagi Hari

Malam itu teman istimewa bagi mereka yang membuka hati untuk masa depan. Karena malam mengandung nilai dan keutamaan bagi yang bangun lalu beribadah.

Allah SWT pun turun langsung memantau seperti termaktub dalam Surah Al-Muzammil, ayat ke-20.

“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya.”

Jadi, betapa indahnya malam. Karena hati merasa tenteram mengingat Allah.

Dan, Allah mengobservasi langsung insan-insan yang bahagia dengan ibadah pada malam hari.

Jika kau terlelap
Hingga fajar terbit
Keindahan itu tak akan hinggap
Bahkan walau hatimu terus menjerit

Tangga Keshalehan

Malam juga menandakan identitas.

Mereka yang mampu bangun dan merawat ibadah pada malam hari termasuk yang berada di jalan-jalan keshalehan.

Baca Lagi: Hati yang Tenang Seperti Daun yang Indah

“Hendaknya kalian melakukan shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada Allah, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan.” (Sunan At-Tirmidzi).

Shalat malam (Tahajjud) adalah tangga keshalehan. Tidak akan bisa melakukan kecuali yang mau mendakinya, menitinya dan memperolehnya.

Jika engkau membantu sesama dengan uang, maka koruptor juga melakukan hal itu. Pencuri, preman dan pencopet juga bisa melakukannya. Bahkan termasuk orang-orang non-Muslim. Akan tetapi Tahajjud, kata Gus Baha, hanya orang shaleh yang melakukannya.

Tahajjud bukan amalan
Yang semua orang bisa melakukan
Tahajjud adalah tangga keshalehan
Dan akan mendakinya hati yang bahagia dalam iman

Pantas Tuhan mendorong kita melakukan. “Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjud-lah kamu….” (QS. Al-Israa’: 79).

Khusyuk

Malam juga menjadi momentum istimewa untuk meraih khusyuk. Ini bukan hasil riset, tapi petunjuk langsung dari Allah SWT.

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih terkesan.” (Al-Muzzammil: 6).

Itu karena pada malam hari, manusia kebanyakan memilih lelap dalam tidur. Jika ada yang bangun shalat, tak ada yang melihat. Insha Allah ia selamat dari sifat riya’.

Malam juga waktu yang tenang, sehingga konsentrasi bisa terfokuskan. Hati menjadi lebih mudah untuk condong kepada Allah.

Singkatnya bandingkanlah waktu-waktu Tahajjud itu dengan saat shalat Dzuhur, apalagi shalat di masjid yang berada di jalan raya. Berbagai suara hadir, manusia banyak, dan konsentrasi butuh fokus lebih tinggi.

Siapa bangun malam
Ia tangkap limpahan keuntungan
Hatinya khusyuk menyelam dalam
Tak ada lagi keinginan selain memurnikan iman

Selain khusyuk, bacaan Alquran akan lebih mudah merasuk, sangat cepat untuk diingat dan semakin dalam meninggalkan kesan. Malam, sungguh istimewa bagi yang ingin selamat dalam meniti kehidupan yang fana lagi penuh tipuan.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment