Home Kisah “Kalau Kamu Iqra, Niscaya Tidak Akan Pernah Lapar”
"Kalau Kamu Iqra, Niscaya Tidak Akan Pernah Lapar"

“Kalau Kamu Iqra, Niscaya Tidak Akan Pernah Lapar”

by Imam Nawawi

Pada sore yang berkah di Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan (30/3/24), suasana menjadi begitu hangat. Hangat sekaligus penuh inspirasi ketika Kang Maman, seorang pegiat literasi yang telah menelurkan 40 buku, berbagi pengalaman dan nasihat kepada para mahasiswa dan mahasiswi Pesmadai. Nasihat yang penuh tenaga dari sosok yang tak pernah kehilangan alasan untuk terus berbagi kebaikan. Kang Maman pernah mendapat nasihat dari sang ayah, “Man, kalau kamu Iqra, niscaya kamu tidak akan pernah lapar, selamanya.”

Kang Maman yang masih kecil, sekira usia 3 tahunan mengunyah nasihat itu sebagai hal biasa. Namun, beberapa pengalaman langsung menguatkan hatinya. Benar, kalau bisa Iqra, bisa membaca tidak akan lapar selamanya.

“Apa betul,” tanya Kang Maman ke sang ayah yang merupakan tentara. “Coba baca!” Sang ayah memberikan perintah.

Kang Maman mungil pun melakukan perintah membaca itu. Dan, selepas membaca, sang ayah memberikan sejumlah uang sebagai hadiah. Hingga akhirnya Kang Maman punya panggung sendiri di pasar, yang ia datang ke sana untuk satu tujuan, membaca koran di pasar.

“Saya membaca koran di tengah-tengah pedagang pasar kala itu yang 78% lebih tidak bisa membaca. Maka setiap selesai saya membaca, orang memberikan uang di kaleng khong guan. Sampai pernah satu waktu, Kang Maman membawa pulang dua kaleng khong guan berisikan uang.”

Baca Lagi: Cerdas Menyelesaikan Konflik

Dalam hati dan akal Kang Maman, fenomena itu memberikan satu jawaban yang bisa ia cerna kala itu: benar, bahwa Iqra membuat diri beruntung.

Warisan Bijak

Dengan semangat yang membara dan penghayatan yang mendalam, Kang Maman menyampaikan kata-kata yang begitu berarti. “Man, kalau kamu Iqra, kamu tidak akan lapar selamanya.”

Kalimat ini bukan hanya sebuah nasihat, tetapi juga warisan bijak dari ayahnya yang Kang Maman pegang teguh dan percayai sepenuh hati. Nasihat tersebut beresonansi kuat, seakan menjadi lampu pemandu bagi siapa saja yang mendengarnya.

Kang Maman Suherman, dengan cara khasnya, tidak hanya menularkan ide dan gagasan, tapi juga pengalaman hidup yang kaya.

Melalui kata-katanya, ia seperti menyulam hubungan antara generasi, dari orang tua ke anak, dari guru ke murid, dan dari saudara senior ke junior. Setiap kata yang diucapkan, penuh dengan harapan dan keyakinan untuk masa depan.

Tidak sekadar berbicara tanpa tujuan, Kang Maman memiliki visi yang jelas. Baginya, para mahasiswa dan mahasiswi hadir sebagai “ujung tombak peradaban kita,” sebuah pernyataan yang beliau sampaikan setelah berbuka puasa. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam meneruskan estafet kecerdasan, kebaikan, dan kemajuan bagi masyarakat.

Silaturrahmi

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga momen silaturahmi. Silaturrahmi yang erat antara Kang Maman dengan komunitas Pesmadai, BMH, dan sahabat-sahabat TBM Banten yang hadir.

Baca Juga: Senang Duduk Bareng Kang Maman

Ucapan terima kasih yang tulus disampaikan kepada Kang Maman dan semua pihak yang telah membuat acara ini menjadi kenyataan, sekaligus menjadi sumber inspirasi yang tak terhingga bagi anak-anak muda di Pesmadai.

Acara tersebut mengingatkan kita semua tentang pentingnya berbagi pengetahuan dan pengalaman. Nasihat Kang Maman tidak hanya mengajarkan tentang pentingnya pendidikan dan kebijaksanaan dalam menjalani hidup, tapi juga tentang kekuatan komunitas dalam mendukung dan menginspirasi satu sama lain menuju masa depan yang lebih baik.

Lebih dalam, “Iqra,” bukan hanya tentang membaca dalam arti literal, tapi juga tentang belajar, memahami, dan menerapkan ilmu dalam kehidupan, sebagai bekal menuju kesuksesan yang sejati.

Begitu Iqra menjelma sebagai kekuatan dalam diri seseorang, maka ia akan menjadi manusia literat, yang tentu akan mampu berkarya, bermakna dan bermanfaat bagi sesama.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment