Home Artikel Internalisasi Bacaan, Langkah Utama Matangkan Perubahan
Internalisasi Bacaan, Langkah Utama Matangkan Perubahan

Internalisasi Bacaan, Langkah Utama Matangkan Perubahan

by Imam Nawawi

Rasanya setiap orang ingin melakukan perubahan, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Namun, mengapa rasanya sulit? Padahal sudah rajin membaca dan sering mengikuti pengajian. Mungkin inilah saat kita perlu melakukan yang namanya internalisasi bacaan agar langkah kita melakukan perubahan semakin tajam.

Internalisasi artinya menghayati, mendalami dan menguasai secara mendalam berbagai hal yang ada di luar diri menjadi kekuatan dalam jiwa seseorang.

Kalau kita pinjam istilah membaca dalam Alquran itu ada tingkatan-tingkatannya. Mulai iqra’ yang memaksimalkan seluruh pendengaran, penglihatan, akal dan hati untuk memahami. Kemudian tartil dalam membaca Alquran sebagai langkah menangkap kesan dan pesan Alquran.

Baca Juga: Bermanfaat, Berbahagia

Kemudian ada tilawah dan tadabbur, yang tingkatannya lebih dari sekadar membunyikan huruf menjadi suara indah. Akan tetapi juga menggugah jiwa untuk tunduk dan patuh terhadap Allah dengan mengikuti petunjuk Alquran.

Bukan Sekadar

Dengan penjelasan itu, maka membaca bukan sekadar melihat, tetapi menggali dan menemukan, kemudian membawa ke dalam jiwa dan kesadaran.

Setelah itu mulailah proses pengolahan dan akhirnya pengetahuan yang kita dapatkan jadi kekuatan diri dalam melihat kehidupan.

Dan, kalau kembali kepada Alquran, kegiatan membaca memang harus kita ikuti dengan pembuktian amal. Kita bisa memperhatikan ayat ini.

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. (QS Al-Fathir: 29).

Dalam ayat itu ada amalan membaca Alquran, kemudian tidak terpisahkan dari upaya menjaga sholat, memberi nafkah. Inilah ajaran Islam, konsep dan teori harus juga jadi energi diri dalam amal.

Teknik

Teknik yang perlu bagi kita untuk mampu melakukan internalisasi adalah dengan terus berusaha memahami bacaan dengan baik.

Oleh karena itu perintah membaca Allah berikan pertama kali kepada Nabi Muhammad melalui Al-Alaq ayat 1 sampai 5.

Pendek kata, internalisasi itu bisa kita terapkan apa yang Sufyan Ats-Tsauri terangkan.

“Demi Allah, siapa saja yang membaca Alquran pada pagi hari dan meyakini apa yang terkandung di dalamnya, niscaya sikap tawadhu’ pada dirinya akan bertambah, dan sikap menyia-nyiakan waktu akan segera berkurang, banyak berpikir dan sedikit tertawa, memacu untuk menambah perbuatan yang baik dengan menyedikitkan istirahat (berbuat sia-sia.” (Lihat Ihya Ulumuddin Imam Ghazali, Terjemahan Republika, Jilid 2, halaman 262).

Baca Lagi: Chat GPT Semua?

Jika kita bisa melakukan itu, insha Allah niat dan agenda perubahan diri akan mudah kita lakukan dengan capaian yang menentramkan hati, insha Allah.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment