Mas Imam Nawawi

- Hikmah

Idul Kurban Mengubah Kesadaran ke Perilaku Berkekuatan

Dalam momen belakangan saya menyempatkan waktu melihat berbagai macam referensi. Dari artikel hingga video dari Youtube. Saya menikmati berbagai tema. Namun begitu suara takbir (takbiran) bersahutan, saya merangkai semua dalam satu konstruk berpikir. Bahwa Idul Kurban itu momentum kita mengubah kesadaran ke perilaku berkekuatan. Seperti apa? Sebagaimana kita tahu, bahwa dalam Idul Kurban, Rasulullah SAW […]

Idul Kurban

Dalam momen belakangan saya menyempatkan waktu melihat berbagai macam referensi. Dari artikel hingga video dari Youtube. Saya menikmati berbagai tema. Namun begitu suara takbir (takbiran) bersahutan, saya merangkai semua dalam satu konstruk berpikir. Bahwa Idul Kurban itu momentum kita mengubah kesadaran ke perilaku berkekuatan. Seperti apa?

Sebagaimana kita tahu, bahwa dalam Idul Kurban, Rasulullah SAW mengorbankan dua ekor kambing yang warnanya putih dan bertanduk. Terbayang itu pasti kambing atau domba terbaik.

Kemudian, pasti ada dari kita bertanya dalam hati. “Mengapa begitu?”

Amal Terbaik di Idul Kurban

Semua tentu memiliki latar belakang. Rasulullah SAW mengorbankan dua ekor kambing terbaik karena Idul Kurban adalah momen paling baik.

“Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam [manusia] pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya”. (HR. Tirmidzi).

Jadi terjawab dengan gamblang, bahwa kita harus mempersembahkan kepada Allah yang terbaik. Apalagi pada Idul Kurban, Allah memang memberi balasan terbaik kepada yang mau berkurban.

Idul Kurban Membentuk Kesadaran

Lantas bagaimana Idul Kurban dapat membentuk kesadaran?

Pertama, ini adalah hari penuh sejarah sekaligus berkah. Semua orang beriman akan mendapatkan kebahagiaan.

Kedua, Idul Kurban mengingatkan kita untuk tidak lupa. Allah menjadikan manusia adalah agar bisa beramal terbaik (ahsanu amala).

Manifestasi dari ahsanu amala itu pun Allah sediakan. Salah satunya melalui Idul kurban.

Ketiga, melatih pandangan masa depan. Kita semua bukan Nabi, apalagi sekelas Nabi Ibrahim. Akan tetapi melalui Idul Kurban kita diajak melatih batin dan pikiran melihat kedepan.

Targetnya jelas, agar kita punya kemampuan membangun perilaku yang berkekuatan. Berkekuatan dalam menghadirkan kebaikan, kebermanfaatan dan kemaslahatan.

Banyak manusia berpikir bahwa dirinya beruntung kalau bisa mendapat kekayaan, meski kadang dari jalan haram. Namun, Allah memberi petunjuk plus teladan. Bahwa orang yang bahagia adalah yang mau berkurban dan berkorban demi Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Dalam kata yang lain, kita mengambil keputusan dalam hidup ini bukan karena imajinasi apalagi emosi. Tidak pula karena dasar takut dan cemas akan masa depan. Melainkan karena kesadaran iman. Dan, salah satu pembuktian iman itu bisa melalui hewan kurban yang kita serahkan di Hari Raya Idul Adha.*

Mas Imam Nawawi

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *