Home Berita Hallo, Siap Ya, Pertalite Dibatasi!
Hallo, Siap Ya, Pertalite Dibatasi!

Hallo, Siap Ya, Pertalite Dibatasi!

by Imam Nawawi

Mentari masih hangat menyinari bumi pada Ahad (14/1/24). Saya sempat geleng-geleng kepala saat membaca berita di detik.com, “Siap-siap Beli Pertalite Dibatasi, Aturannya Tinggal Tunggu Revisi Perpres.”

Sekarang pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite masih menggunakan Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian Harga Jual Eceran BBM. Nah, tampaknya revisi sedang berlangsung agar Pertalite bisa “semakin” dibatasi.

Nanti, kalau sudah terbit revisi Perpresnya, aturan baru akan muncul soal bagaimana pembatasan pertalite mesti berlangsung. Itu seperti penjelasan dari Ketua BPH Migas, Erika Retnowati.

Baca Juga: Nalar Kritis Soroti Kenaikan Harga BBM

Tujuan dari pembatasan konsumsi Pertalite adalah agar bensin subsidi itu bisa dinikmati yang berhak dan tidak melampaui kuota yang telah ada dalam APBN.

Tapi, misalnya revisi Perpres itu jadi besok, Senin (15/1/24) apa perasaan sahabat yang selama ini beli bensin jenis Pertalite?

Curhat Rakyat

Seorang warga di Balikpapan, Kalimantan Timur merasa tidak nyaman dengan kondisi langkanya Pertalite saat ini.

Jadi, revisi belum jadi saja, Pertalite sudah jadi “makhluk asing.”

“Hampir sebulan saya ke pom bensin, dan Pertalite selalu habis, katanya dalam pengiriman. Sudah hampir sebulan tidak kunjung datang. Kemana itu pengirimannya,” keluhnya.

Ternyata setelah saya browsing, kuota Pertalite pada 2024 memang turun. Seperti laporan dari Kompas.

Kuota Pertalite pada 2024 sebesar 31,7 juta kiloliter. Dan, itu lebih rendah dari kuota tahun 2023 yang mencapai 32,5 juta kiloliter.

Kata berita, penyebab turunnya kuota adalah karena realisasi pada 2023 yang hanya 92,24 persen dari kuota. Fakta itu katanya sudah lebih baik. Artinya, kalau tidak turun kuota, APBN sebenarnya akan aman–aman saja.

Balikpapan

Sekarang kita kembali ke Balikpapan. Rakyat yang bernama Muhammad Abs, warga Balikpapan itu mengabarkan kondisi langkanya Pertalite di lokasi tinggalnya.

“Pertalite semakin susah diperoleh di Balikpapan. Ironis, BBM ini justru langka di Kota Minyak. Sejumlah SPBU sudah tidak melayani penjualan Pertalite. Saking langkanya, pom mini (Pertamini) juga sering kehabisan stok Pertalite,” katanya.

Baca Lagi: Menjauh dari Gaduh

“Saya harus pergi ke kota yang berjarak 20 km untuk mengisi full motor saya dengan Pertalite,” sambungnya.

“Kalau kondisinya begini terus, terpaksa kita beli Pertamax yang harganya tentu lebih mahal dibanding Pertalite. Harus keluar kocek lebih donk. Mau bagaimana lagi, begini memang kondisinya,” tuturnya.

Bukankah Pertalite itu untuk yang berhak mendapatkan, lalu mengapa yang jauh dari kota justru kesulitan mendapatkannya? Ini memang sebuah pertanyaan nyata!*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment