Hari ini (28/5/25) saya menemani sahabat kunjungan ke Sekolah Dai Hidayatullah di Ciomas, Bogor. Kami niatkan silaturahmi, ngobrol dan sharing. Hasilnya, energi kami meningkat.
Mengapa energi kami bisa meningkat usai ngobrol dan sharing? Jawabannya karena itu amalan sunnah: silaturahmi.
Silaturahmi adalah jembatan untuk kita bisa berinteraksi satu sama lain. Entah itu isinya ngobrol, sharing atau pun acara yang lebih serius lagi.
Semua itu adalah kebutuhan dasar kita semua sebagai manusia. Kita tahu, manusia adalah makhluk sosial dan juga spiritual.
Argumentasi Tentang Ngobrol
Ngobrol, apalagi yang niatnya adalah kebaikan, hasilnya akan luar biasa. Karena berbicara satu sama lain terbukti bisa mengurangi stres. Meminimalisir kecemasan. Kemudian mengangkat beban mental.
Dalam psikologi ada istilah emotional ventilation. Yaitu kita perlu melakukan pelepasan emosi melalui kata-kata. Dalam terapi, hal ini mewujud dalam bentuk talking therapy, sebagaimana counseling dan cognitive-behavioral therapy (CBT).
Dampak Sharing
Orang yang ngobrol dan sharing akan memanen kebaikan. Seperti peningkatan kemampuan kognisi dan kreativitas.
Sharing ide memicu aktivasi prefrontal cortex, pusat pengambilan keputusan dan perencanaan otak.
Proses diskusi memungkinkan feedback loop yang memperkuat daya pikir kritis, membuka perspektif baru, dan meningkatkan fleksibilitas kognitif.
Alhasil, memang itulah yang saya dan sahabat-sahabat rasakan. Apalagi ada sosok senior kami di sana, Ust. Muhdi Muhammad.
Jadi kami bisa mengambil pelajaran dari guru. Imam Syafi’i mengatakan: “Ilmu itu seperti air, jika tidak mengalir ia akan keruh.”
Maka, berbagi ide dan berdiskusi adalah cara menjaga ilmu tetap hidup dan berkembang. Agar energi itu tak berhenti pada kami yang merasakan langsung, tulisan ini semoga menjadi perantara yang sama. Membangkitkan energi kita semua.*


