Home Artikel Debat Capres Sesi Visi Misi, Siapa Paling Berisi?
Debat Capres Sesi Visi Misi, Siapa Paling Berisi?

Debat Capres Sesi Visi Misi, Siapa Paling Berisi?

by Imam Nawawi

Malam ini mungkin puluhan juta pasang mata sedang menyimak debat capres terakhir. Anies, Prabowo dan Ganjar telah menyampaikan visi misi. Siapakah dari ketiganya yang paling berisi?

Prabowo langsung berbicara strategi transformasi bangsa. Mulai dengan meningkatkan kemakmuran, memperbaiki kualitas hidup manusia Indonesia. Kemudian memberi makan bergizi untuk seluruh anak-anak Indonesia, termasuk yang ada di dalam kandungan ibunya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa baginya rakyat adalah tuan. Dan, itulah sebab utama mengapa Ganjar Mahfud memilih tidur di rumah-rumah warga.

Sedangkan Anies Baswedan berbicara mulai dari soal yang menjerat bangsa ini, yakni ketimpangan.

Ketimpangan ekonomi antara rakyat dengan segelintir orang dengan kekayaan luar biasa.

Kemudian ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar jawa, antara desa dan kota dan seterusnya.

Baca Juga: Andai Dr Sjahrir Melihat Debat Capres

Bagi Anies itu adalah fenomena yang membahayakan bagi kelangsungan kehidupan bangsa dan negara ini.

Cermati

Saat Prabowo ingin memberi makan siang anak-anak Indonesia, gagasan ini dengan mudah langsung dapat hujahan. Misalnya soal susu, kala susu diberikan kepada anak-anak Indonesia, bukankah susu masih impor. Dengan fakta seperti itu, siapa yang akan sejahtera, rakyat atau importir susu?

Kemudian Ganjar, saat ia rela tidur di rumah rakyat dalam sesi kampanye, apakah ia mendengar untuk membentuk kekuatan kesadaran atau itu hanya sebuah cara sporadis, hanya terjadi saat butuh untuk terpilih menjadi presiden?

Sisi lain, benarkah ungkapan Ganjar, bahwa rakyat adalah tuan telah menjelma sebagai fakta saat memimpin Jawa Tengah?

Baca Lagi: Debat Capres Malam ini, Siapa Berjaya?

Anies Baswedan, ia membawa narasi yang sistematis, hadir dengan legacy yang nyata selama memimpin Jakarta. Dan, secara spesifik Anies tahu soal mendasar dan paling besar yang menekuk leher rakyat selama ini, yakni ketimpangan alias kemiskinan.

Nilailah!

Sekarang nilai sendiri, mana dari capres yang paling mengerti soal bangsa ini dan mana yang program kerjanya benar-benar rasional. Bukan yang seolah-olah menuntaskan masalah, namun sejatinya potensial mengundang masalah berikutnya.

Kini, rakyat Indonesia yang bisa menentukan sikap dan memilih kandidat yang tepat. Berdoa, memohon petunjuk kepada Allah, musyawarah dan pilihlah presiden yang cocok untuk Indonesia lebih baik kedepan.*

Mas Imam Nawawi

 

Related Posts

Leave a Comment