Mas Imam Nawawi

- Berita

Boikot Terus Menggerus Keuntungan Produk Pro “Israel”?

Seruan boikot sebagai bentuk kecaman kepada “Israel” masih berjalan aktif. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) misalnya, hingga kini menjadi salah satu perusahaan yang produknya masuk dalam daftar boikot. Kit tahu gerakan boikot ini sudah mengglobal. Artinya bisa jadi gerakan boikot benar-benar menggerus keuntungan produsen produk yang pro “Israel.” “Semenjak imbauan boikot dalam 2,5 bulan terakhir, […]

Boikot Terus Menggerus Keuntungan Produk Pro "Israel"?

Seruan boikot sebagai bentuk kecaman kepada “Israel” masih berjalan aktif. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) misalnya, hingga kini menjadi salah satu perusahaan yang produknya masuk dalam daftar boikot. Kit tahu gerakan boikot ini sudah mengglobal. Artinya bisa jadi gerakan boikot benar-benar menggerus keuntungan produsen produk yang pro “Israel.”

“Semenjak imbauan boikot dalam 2,5 bulan terakhir, dalam tiga bulan terakhir saham UNVR mayoritas bergerak di zona hijau. Hanya saja pergerakan saham cenderung menurun pada pertengahan November dan pertengahan Desember, terutama saat kampanye boikot ramai disuarakan.” Demikian Republika melaporkan.

Begitu pun dengan produk lainnya. Makanan dan minuman misalnya mulai masyarakat “hindari.” Seperti Danone, McDonald’s, Starbucks, Coca-Cola, Burger King, Pizza Hut, Papa John’s, Nestle, Jaffa, Eden, Strauss, Tivall, dan Nestle.

Sementara itu Starbucks dikabarkan CNBC mengalami penurunan nilai pasar sebesar hampir US$12 miliar (sekitar Rp 186 triliun) selama sebulan terakhir. Hal itu karena penjualan yang melambat dan turunnya daya beli masyarakat.

Baca Juga: Apa Hebatnya Orang Palestina

Dan, memang belum ada keterangan tegas bahwa hal itu (penurunan nilai tersebut) menjadi dampak aksi boikot serangan “Israel” ke Gaza.

Gen Z yang Aktif

Asma Nadia dalam artikelnya berjudul “Gen-Z dan Palestina” mengungkapkan bahwa boikot itu telah berdampak serius bagi produk pro “Israel” karena begitu aktifnya Gen-Z menyampaikan pesan itu secara lebih massif.

“Salut buat Gen-Z! Bangun terus kepedulian, dan kejernihan hati. Semoga masa depan dunia menjadi jauh lebih baik di tangan kalian,” tulisnya menutup artikel pekanan itu.

Sebelum itu, Asma Nadia menjelaskan, “Mereka melihat masa kini dan bertindak berani untuk membela dan berpihak kemanusiaan. Dan mereka lakukan dengan sepenuh hati.”

Produk Lokal Beranjak

Hidayatullah.com mengabarkan bahwa boikot pro “Israel” memberi angin segar bagi produk lokal.

“Salah satu produk lokal yang mendapat dampak baik adalah restoran Waroeng Steak & Shake. Waroeng Steak hadir sebagai solusi bagi para pelajar dan mahasiswa pada saat ini untuk bisa menikmati hidangan steak dengan harga terjangkau.”

Baca Lagi: Mengapa Mesti Putus Asa

“Memang ada peningkatan transaksi sebesar tiga sampai empat persen pada dua bulan terakhir ini Oktober & November meski tidak signifikan,” ucap Direktur Operasional PT Waroeng Steak Indonesia, Agus Wawan dalam keterangan yang diterima, Kamis (7/12/23).

Artinya ada sebuah pergerakan negatif pada produk-produk yang diduga pro “Israel.” Dan, kondisi itu sedikit banyak memberi kekuatan produk lokal untuk beranjak menjadi lebih jaya.*

Mas Imam Nawawi

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *