Guna mendorong peningkatan layanan berupa penyajian informasi yang cepat dan menarik, BMH Perwakilan Jawa Tengah menggelar pelatihan jurnalistik dan fotografi. Kegiatan ini untuk mengupgrade kapasitas segenap amil BMH. (Semarang 24/12).
“Pelatihan ini merupakan kebutuhan yang penting mendesak bagi BMH. Mengingat begitu banyak program dan aksi kebaikan yang berjalan berkat dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak untuk membantu sesama. Sebagai sarana informasi dan laporan cepat, kemampuan amil dalam hal ini sangatlah lembaga butuhkan,” terang Kepala BMH Perwakilan Jawa Tengah, Misdawi.
Baca Juga: Lihai Menyiasati Waktu
Hadir sebagai narasumber adalah Pemimpin Redaksi Majalah Mulia, Imam Nawawi dan tim BMH TV, M. Faza Aulia.
Dalam uraian yang 15 amil hadir sebagai peserta dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah itu, Imam Nawawi menerangkan bahwa secara prinsip menulis berita adalah hal yang sangat sederhana.
Jurnalistik itu Sederhana
“Menulis berita itu sederhana, mudah dan bisa siapa saja bisa melakukannya. Dengan catatan ada kemauan dan mengerti unsur-unsur yang perlu dituangkan dadlam sebuah karya jurnalistik. Utamanya apa yang masyhur dengan istilah 5W dan 1 H,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta tidak saja mendapatkan penjelasan tentang jurnalistik, namun juga ada sesi praktik. Yang mana masing-masing peserta wajib menulis berita selama 15 menit.
Bahri, seorang amil BMH dari Pati mengaku senang dengan pelatihan ini.
“BMH ini banyak kegiatan dan program. Namun belum semua dapat kita sajikan dalam bentuk berita. Dengan adanya pelatihan ini, insha Allah sudah tahu bagaimana menulis berita. Selanjutnya bagaimana kita menerapkan dengan sebaik-baiknya ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Sampai Cepat Pikun
Pesan yang sangat penting juga Imam Nawawi sampaikan bahwa sebenarnya semua orang tahu menulis. Poin itu penting. Tetapi hanya sedikit yang benar-benar mau melakukannya.
“Untuk BMH, wajib semua program dan beritanya kita tuliskan. Bukan untuk narsis, tapi agar umat, masyarakat, dan pemerintah tahu bahwa kebaikan-kebaikan itu masih ada dan nyata. BMH adalah lembaga yang teurs menggulirkan itu semua,” tutupnya.*


