Home Kisah Bincang Persiapan Kaum Muda di Surabaya
Bincang Persiapan Kaum Muda di Surabaya

Bincang Persiapan Kaum Muda di Surabaya

by Imam Nawawi

Senin (27/5/24) malam, saya bersama teman-teman dari PD Pemuda Hidayatullah Surabaya dan PW Pemuda Hidayatullah Jawa Timur bersepakat duduk berbareng. Berbagai jenis minuman datang satu persatu sebelum akhirnya kami melakukan diskusi ringan.

Baru minuman datang dan saya hendak mencicipi, sebuah pertanyaan terlontar dari seorang pemuda yang tepat berada di hadapanku.

“Apa yang harus kita siapkan atau apa respon terbaik dengan agenda rejuvenasi?”

Baca Juga: Loyallah Pada NILAI bukan Manusia

Mendengar soal itu, saya langsung menjauhkan gelas dari tangan. Minum harus segera dihentikan ini. Begitu batinku berkata.

Rejuvenasi

Dalam bahasa Inggris “rejuvenation” berarti peremajaan atau pembaharuan.

Dalam bidang pemasaran, rejuvenasi berarti melahirkan kembali produk dengan perubahan yang sangat nyata, sehingga dapat mengubah persepsi, citra maupun penilaian yang lebih positif.

Rejuvenasi penting untuk mengatasi kejenuhan yang terjadi, mendorong lahirnya perubahan budaya atau perilaku organisasi. Dan, tentu saja untuk mampu menjawab tantangan zaman.

Pemuda itu mungkin beranggapan bahwa rejuvenasi adalah soal umur. Itu tidak salah, karena peremajaan tidak mungkin yang muda dibuang oleh yang tua. Justru rejuvenasi menghendaki yang muda melanjutkan dengan lebih baik kinerja orang tua. Itulah mengapa kita kenal istilah kaderisasi. Kaderisasi sebenarnya adalah program persiapan rejuvenasi secara sadar.

Akan tetapi, umur bukan semata-mata ukuran. Hal ini kalau mengacu pada betapa banyak fenomena anak muda kehilangan kepekaan terhadap situasi sosial yang terjadi. Tidak cukup skill dan cenderung bermental pekerja.

Jadi, syarat rejuvenasi berjalan sukses adalah ada anak muda (dari sisi usia) kemudian ada nilai, karakter dan loyalitas yang nyata dalam mental sang anak muda itu sendiri.

Nabi Musa

Pelajaran rejuvenasi yang menarik dapat kita temukan dari Alquran, yakni perjalanan hidup Nabi Musa as.

Baca Lagi: Tiga Langkah Agar Siap Optimis

Pernahkah kita berpikir, apa hambatan untuk Allah kala ingin menghancurkan Fir’aun. Tentu tidak ada. Tetapi lihatlah bagaimana Allah mengajarkan proses persiapan rejuvenasi bagi Bani Israel. Allah siapkan sosok manusia yang perjalanannya dari bayi sampai akhirnya jadi pemuda dan menjadi sosok Nabi.

Hikmah dari perjalanan hidup Nabi Musa as, umat Islam harus menyiapkan rejuvenasi itu dengan baik. Allah melakkan itu dengan menghadirkan hamba-Nya bernama Musa.

Jadi jangan terjebak pada cara berpikir instan, bahwa saya muda saya harus menggantikan yang tua. Sistem alam juga akan menyeleksi siapa yang muda dan benar-benar punya karya (loyal dan punya kapasitas).

Siapkan

Kembali pada pertanyaan pemuda itu, apa yang harus kita siapkan?

Pertama, pemahaman yang mendalam terhadap manhaj dakwah. Ini penting agar pikiran tidak terkondisi oleh keadaan. Tetapi pikiran selalu memaknai keadaan yang berkembang bahkan terus berubah.

Kedua, tingkatkan kemampuan berpikir. Langkah ini bisa kita tempuh dengan dua langkah: membaca dan menulis. Pemuda yang tak banyak membaca plus tidak biasa menulis, akan kesulitan bertarung pada level pemikiran.

Ketiga, tekun dan menikmati proses diri dalam berorganisasi. Organisasi mungkin bukan wadah ideal, tapi dari pengalaman berorganisasi seseorang akan tumbuh kecakapan mental, karakter dan komunikasi, serta tanggung jawab.

Pemuda yang berorganisasi menjadi tahu bagaimana berkomunikasi secara efektif. Pada saat yang sama ia harus punya tanggung jawab. Oleh karena itu, pemuda yang visioner dia akan tuntaskan tanggung jawabnya. Kemudian ia akan semakin tajam dalam pergaulan tanpa kehilangan visi, nilai dan warna (jati diri).

Ustadz Hamzah Akbar, Ketua Pesantren Hidayatullah Ummul Qura Balikpapan pernah berkata dalam forum ToT LTC II di Gunung Tembak. “Kalau ada pemuda malas, ubah saja umurnya menjadi 75 tahun.” Sebuah hentakan bahwa muda itu gerak, produktivitas, tanggung jawab, bukan hanya soal usia.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment