Home Kajian Utama Bersyukurlah Kalau Bumi Tidak Bergoyang
Bersyukurlah Kalau Bumi Tidak Bergoyang

Bersyukurlah Kalau Bumi Tidak Bergoyang

by Imam Nawawi

Saya pernah melakukan dialog imajiner. Sebut saja antara murid dengan guru.

“Seberapa banyak karakter manusia di muka bumi ini dalam menghadapi masalah?”

Mendengar pertanyaan murid itu, sang guru memberikan jawaban ringan. “Minimal sebanyak tokoh dalam karya fiksi manusia, termasuk film. Dan, orang yang terbaik dalam menghadapi masalah adalah yang bersyukur. Bahkan ia tak perlu alasan pribadi untuk bersyukur. Kalau bumi tidak bergoyang (gempa) itu sudah membuatnya bersyukur.”

Jawaban sang guru itu memudahkan kita memahami karakter seperti apa yang ada dalam diri ini.

Kalau mau menghitung semua, sepertinya tidak akan pernah terhitung. Tetapi kalau mau ambil sampel dalam karya fiksi, seperti film, kita akan mudah memahaminya.

Secara umum manusia terbagi dalam dua karakter utama, baik atau buruk. Film selalu bicara soal itu. Ada manusia yang berkelakuan baik dan sebaliknya ada yang berkepribadian buruk.

Kisah-kisah dalam Alquran juga demikian. Malah Alquran memandu kita kalau mau sukses, selamat dan bahagia, ambillah jalan hidayah bukan jalan dholalah.

Lalu apa hubungannya dengan bumi tidak bergoyang?

Kasih Sayang Allah

Jika kita mau dan bisa bersyukur hanya karena telah memiliki uang yang banyak, rumah megah dan kendaraan mewah, maka itu kekerdilan akal kita sendiri.

Baca Juga: Buang Malas, Ingat Umur yang Terbatas

Apa arti semua benda itu ketika gempa melanda?

Saya teringat sebuah pesan dalam buku (sayang sekali saya lupa judulnya) bahwa kalau engkau bangun pagi dan engkau dapati bumi tetap seperti lazimnya, bersyukurlah. Karena engkau hidup tenang dan tidak tertimbun reruntuhan bangunan seperti mereka yang menjadi korban gempa bumi.

Maksud dari kalimat itu, bersyukurlah sejak engkau bangun tidur. Engkau punya masalah, tapi engkau diberikan ketenangan hidup oleh Tuhan. Bumi di tempatmu tinggal tidak Allah guncangkan.

Artinya peluang ibadah, amal shaleh, sangat tinggi. Seharusnya itu yang kita lihat. Jangan melulu soal uang, pekerjaan atau apapun yang intinya adalah kemauan diri belaka yang tak berlandaskan kebijaksanaan.

Baca Lagi: Bersemangatlah dalam Berkarya

Jadi, kasih sayang Allah jangan kita reduksi hanya berdasarkan kepentingan diri sendiri.

Kecepatan Rotasi Bumi

Alhamdulillah, pagi ini (9/7/24) saya dapat karunia membaca buku karya Dr. Sulaiman Al-Asyqar yang judulnya “Serial Akidah dan Rukun Iman, Allah SWT.”

“Kecepatan rotasi bumi mencapai sekitar 1.000 mil/jam (itu setara 1609 km perjam lebih),” begitu Dr Sulaiman menuliskan dalam Bab Misteri Benda-Benda Langit.

Ia melanjutkan, “Seandainya kita menganggap kecepatan rotasi bumi hanya 100 mil/jam, maka malam dan siang akan menjadi panjang. Akibatnya, seluruh tumbuhan-binatang akan terbakar pada siang hari karena sangat panas serta akan membeku pada malam hari karena sangat dingin.”

Kemudian Dr Sulaiman mengutip pendapat Dr. Jude, profesor filsafat dari Universitas London, yang berkesimpulan bahwa alam semesta pasti terjadi karena proses penciptaan yang menakjubkan.

Jadi, sesekali mari kita bawa akal kita berpikir yang lebih mendalam, bahwa dalam kehidupan ini ada banyak tanda kekuasaan Allah. Kalau akal kita sibuk memahami itu, apakah masih ada masalah yang lebih besar daripada hati yang terus bergetar karena selalu menyaksikan “eksistensi” Allah SWT melalui keajaiban demi keajaiban ciptaan-Nya?*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment