Mas Imam Nawawi

- Artikel

Saatnya Mampu Berpikir yang Bisa Memecahkan Masalah

Apakah teman-teman telah mengerti apa arti berpikir? Kalau kita mengerti, maka menemukan akar masalah dan memecahkan masalah akan bisa kita lakukan dengan sangat baik. Tetapi apakah itu mudah? Ruggiero (1998) menjelaskan bahwa berpikir adalah aktivitas mental untuk membantu memformulasikan atau memecahkan suatu masalah. Termasuk dalam hal membuat keputusan atau memenuhi hasrat keingintahuan (fulfill a desire […]

Berpikir itu Bisa Memecahkan Masalah

Apakah teman-teman telah mengerti apa arti berpikir? Kalau kita mengerti, maka menemukan akar masalah dan memecahkan masalah akan bisa kita lakukan dengan sangat baik. Tetapi apakah itu mudah?

Ruggiero (1998) menjelaskan bahwa berpikir adalah aktivitas mental untuk membantu memformulasikan atau memecahkan suatu masalah. Termasuk dalam hal membuat keputusan atau memenuhi hasrat keingintahuan (fulfill a desire to understand).

Saya sendiri memahami berpikir itu sebagai aktivitas kesadaran yang menjadikan kita fokus pada akar masalah dan bisa menemukan solusinya dengan sebaik mungkin. Misalnya, apakah kita memilih tetap tidur atau bangun pada tengah malam, sangat berkaitan dengan kemampuan kesadaran bekerja dengan baik atau tidak.

Lebih lanjut berpikir yang demikian juga menjadikan seseorang memandang masalah hidup tak sebatas pada ranah empirisme atau nihilisme, tetapi spiritualitas Islam (Ulul Albab).

Berpikir Kritis

Kembali pada soal berpikir teman-teman. Dalam era seperti sekarang kita butuh memiliki kemampuan berpikir kritis. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan mengapa ini penting.

Dalam kehidupan global yang diselimuti teknologi digital kini dunia menghadapi begitu banyak masalah. Mulai dari konflik, perubahan iklim, perubahan mode lapangan kerja, hingga gangguan mental dan termasuk kekerasan.

Ketika kita berada dalam situasi yang seperti itu, maka kita butuh yang namanya kemampuan berpikir kritis.

Ketika kita ingin menerapkan berpikir kritis maka kita harus mengenal situasi. Kemudian mempertimbangkan pendapat yang sesuai bukti, data dan asumsi.

Selanjutnya mampu memberikan argumentasi melampaui bukti. Terus melaporkan dan mendukung kesimpulan. Selanjutnya mengaplikasikan kesimpulan sebagai keputusan dan solusi.

Mengenali Masalah

Sekarang, siapa orang yang hidup dan ia tidak memiliki masalah.

Tugas utama kita sebenarnya bukan takut atau lari dari masalah, tetapi memahami dengan cara-cara yang memungkinkan kita bisa berpikir kritis.

Kita kenali dahulu situasi, lalu memperitmbangkan berbagai hal yang membuat kita sampai pada pengenalan masalah dengan lebih dalam.

Lebih jauh kita juga harus bisa berupaya untuk mampu berpikir ulul albab. Yakni yang mampu menemukan benang merah antara ayat-ayat Alquran dan ayat-ayat Allah dalam alam semesta.

Apabila hal itu bisa kita miliki, maka insya Allah kita akan mudah memecahkan masalah. Karena kita fokus berpikir, bukan terseret oleh arus kebingungan yang gelap dan membahayakan dan merugikan.*

Mas Imam Nawawi