Mas Imam Nawawi

- Artikel

Berkah Ayah Antar Anak Sekolah, Sungguh Luar Biasa

Belakangan ramai berita dan konten mengulas pentingnya ayah antar anak ke sekolah, utamanya pada hari pertama masuk kelas. Bagi saya ini bukan saja baik, tapi juga berkah. Sebab ketiadaan ayah (fatherlessness) sangatlah buruk dampaknya. Tak heran kalau Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengimbau orang tua untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama […]

Ayah

Belakangan ramai berita dan konten mengulas pentingnya ayah antar anak ke sekolah, utamanya pada hari pertama masuk kelas. Bagi saya ini bukan saja baik, tapi juga berkah. Sebab ketiadaan ayah (fatherlessness) sangatlah buruk dampaknya.

Tak heran kalau Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengimbau orang tua untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah. Khususnya jika anak baru menginjak tahun pertama di jenjang pendidikan baru.

Sekarang mari kita ambil dari fakta buruknya dulu, kala ayah tak hadir dalam jiwa anak.

Majalah Hidayatullah edisi Juli 2025 menurunkan Laporan Khusus tentang “Ayah: Bukan Mesin ATM”.

Sebuah pengingat bahwa tugas ayah bukan hanya mencari nafkah. Tetapi juga menjaga kemurnian akidah anak. Lebih jauh juga hadir, terlibat dalam emosional, spiritual dan pendidikan anak-anaknya.

Sebuah riset, kata Majalah Sahid, menyebutkan ayah yang tak hadir dalam jiwa anak-anaknya, memicu terjadinya kenakalan remaja, agresivitas, hingga kecenderungan homoseksual (LGBT).

Dalam kata yang lain, ayah antar anak sekolah pada hari pertama masuk kelas, itu keren dan berkah.

Ayah yang Tak Hadir

Ayah yang tak hadir dalam kehidupan anak sangat buruk bagi perkembangan anak.

Yosep (35 tahun) masih dalam laporan Majalah Sahid, ia memiliki ayah yang wataknya kasar, pemabuk, dan tak pernah hadir secara emosional.

Ia kerap melihat sang ayah memukuli ibunya. Apa yang terjadi, Yosep menyimpan dendam secara diam-diam.

Kata Kak Sinyo (Pendiri Yayasan Peduli Sahabat), Yosep melampiaskan dendam itu ke pria lain setelah dewasa.

Masih ada sekian fakta dan kisah pilu lain dari fenomena ini. Silakan baca Majalah Sahid edisi Juli 2025/ Muharram 1447 H.

Fakta Angka

UNICEF (2021) mencatat bahwa 20,9% anak Indonesia tumbuh tanpa kehadiran ayah. Kemudian BPS (2021) menyebut hanya 37,17% anak usia 0-5 tahun yang dirawat oleh ayah dan ibu kandung.

Oleh karena itu ayah harus hadir. Kata Ust. Bendri Jaisyurrahman, seorang praktisi keayahan dan penulis buku “Fatherman 1- Menjadi Ayah yang Dirindukan” mendorng kita sebagai ayah hadir dalam hidup anak.

Hadir secara fisik, lebih jauh juga tiba dalam jiwa anak secara emosional, spiritual dan pendidikan.

Satu kalimat menarik dari Majalah Sahid adalah: “Ayah adalah penjaga peradaban – jika gagal menjaga anaknya, ia sedang menyumbang kehancuran masyarakat.”

Semoga kita yang pria, suami dan ayah, dapat menjadi figur teladan bagi anak-anak.*

Mas Imam Nawawi

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *