Mas Imam Nawawi

- Kajian Utama

Berjalan Saja ada Aturannya Apalagi Memimpin

Apakah ada manusia yang bisa bebas dari ketaatan menjalankan aturan dalam kehidupan ini? Jangankan soal memimpin, urusan jalan dengan kendaraan saja, aturan itu ada. Perhatikanlah sekeliling kita, saat seseorang hendak melakukan perjalanan. Kemudian berjumpa dengan perempatan tanpa lampu merah. Maka kepada Pak Ogah (sukarelawan yang mengatur jalan) semua pengguna jalan akan taat pada “aturan.” Alasannya […]

Jalanan saja ada aturan, apalagi kepemimpinan

Apakah ada manusia yang bisa bebas dari ketaatan menjalankan aturan dalam kehidupan ini? Jangankan soal memimpin, urusan jalan dengan kendaraan saja, aturan itu ada.

Perhatikanlah sekeliling kita, saat seseorang hendak melakukan perjalanan. Kemudian berjumpa dengan perempatan tanpa lampu merah. Maka kepada Pak Ogah (sukarelawan yang mengatur jalan) semua pengguna jalan akan taat pada “aturan.”

Alasannya sederhana, karena Pak Ogah itu sedang mengatur lalu lintas. Dengan begitu tak ada gesekan, apalagi tabrakan hingga pertengkaran.

Dalam kata yang lain, aturan itu mutlak manusia perlukan dalam kehidupan dunia ini. Tak satu pun manusia bisa lepas dari yang namanya aturan, jenderal bahkan presiden sekalipun.

Baca Juga: Masa Muda Harus Berprestasi

Oleh karena itu secara lebih komprehensif dan visioner, Allah turunkan Alquran sebagai pedoman. Agar tak bingung, Allah hadirkan sosok Nabi sebagai panduan. Alhasil, kita akan terang mengisi hidup ini. Termasuk bagaimana menjalani kehidupan dengan pedoman Alquran itu sendiri. Sebuah jalan hidup yang dengan taat pada aturan-Nya akan melahirkan kebaikan dan kemaslahatan.

Jalankan Aturan

Terlepas dari perdebatan yang mencuat di media soal Partai Demokrat yang KLB dan yang sah, kita bisa mendapat pelajaran bahwa memimpin ada mekanisme, ada aturan, bahkan ada keelokan serta kepatutan.

Namun dunia memang memberikan juga kesempatan kepada jiwa yang congkak dan arogan untuk berbuat sesuai jalan pikirannya yang ambisius. Dan, seperti hukum kehidupan, ada konsekuensi besar yang harus ditanggung oleh jiwa yang rapuh seperti itu.

Iblis begitu bangga saat dia menolak perintah Tuhan sujud kepada Nabi Adam. Ia berpikir bahwa dengan menyampaikan argumentasi berupa fakta bahwa dirinya diciptakan dari api dan Adam dari tanah, Tuhan akan mengakui eksistensinya. Faktanya tidak.

Tuhan amat benci bahkan murka kepada jiwa yang tidak mau diatur apalagi hanya berdasarkan pada pandangan-pandangan dangkal materialistis seperti Iblis di atas.

<yoastmark class=

Terkutuk Iblis dan terlaknat dia hingga Tuhan mengusir dan menyuruh manusia menjadikan ia bersama setan sebagai musuh.

Memimpin dari dahulu sejatinya bukan siapa punya apa, tetapi siapa punya kedekatan sejauh mana dengan Tuhan, sehingga ucapannya, perilakunya, dan sepak terjangnya menjadi kebaikan yang setiap jiwa yang mengamatinya semakin yakin kepada keagungan dan kebesaran Allah Ta’ala.

Jadi, jika kemudian hadir masa, yang manusia merasa absah memimpin karena ia hebat, berpangkat, plus ada dukungan oligarki, maka sungguh manusia itu bodoh. Kondisi orang yang demikian hanya akan mengulang siklus terlaknatnya Iblis, tenggelamnya Fir’aun dan tenggelamnya Qarun ke dalam perut bumi. Jadi, hiduplah bersahaja dan jalankanlah aturan yang Tuhan haruskan.

Mari Renungkan

Meski siang dan malam berganti, manusia tak juga belajar dari sejarah.

Jiwanya silau oleh ilusi kebahagiaan. Rasionya lumpuh di depan bayangan jabatan dan kekayaan. Bahkan nuraninya terpasung di depan pengetahuan tentang iman, kebenaran dan kehidupan.

Baca Juga: Menciderai Akal Membunuh Nurani

Orang yang seperti itu akan mudah sekali menampakkan ketidakberpikirannya dalam kehidupan. Ia merasa semua bisa beres dengan harta dan kedudukan. Dalam satu sisi mungkin. Tapi apakah semua sisi bisa?

Ia lupa, ya, sekali lagi lupa, bahwa Firaun yang bahkan belum mencapai derajat raja sejati, dengan bodohnya berpikir kejahatannya akan membawa kebaikan. Manusia, manusia!

Mas Imam Nawawi_Perenung Kejadian

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *