Home Kisah Bekal untuk Tak Berhenti Belajar
Bekal untuk Tak Berhenti Belajar

Bekal untuk Tak Berhenti Belajar

by Imam Nawawi

Manusia ibarat pohon, terus tumbuh dan memiliki pengalaman baru. Menjadi orang tua misalnya, termasuk senantiasa memberi pengalaman baru. Seperti saat anak yang boarding school telah menuntaskan masa libur semester dan mesti kembali belajar. Rasa sayang, sedih dan rindu datang bersamaan. Tapi inilah hidup, kita senantiasa butuh bekal untuk senantiasa belajar.

Namun, masa depan memang harus jadi fokus paling utama. Maka semua rasa harus bisa kita kesampingkan.

Sebagaimana hakikat dunia, yang manusia bertemu dengan pembelajaran melalui berbagai hal, anak-anak kita pun harus menghadapi itu semua dengan kedalaman iman, keluasan ilmu dan kecerdasan strategi.

Baca Juga: Anakku Bercerita Buku

Jadi, bekal hidup yang paling utama satu, iman-ilmu. Kemudian berjuang dengan sebaik-baiknya untuk menjadi pembelajar sejati. Belajar yang tak hanya karena sekolah atau kuliah. Tetapi belajar karena memang hamba Allah, yang perintah pertama kalinya adalah “bacalah!” Iqra’ Bismirabbik.

Tujuan

Agar ibadah terasa nikmat, begitu asyik kita melakukannya, maka butuh tujuan jangka panjang.

Tujuan itulah yang selanjutnya jadi harapan dan fokus mengisi hari demi hari penuh semangat. Karena itu berdoa adalah ruh dari ibadah itu sendiri.

Yang membuat Nabi Yusuf as kuat menghadapi ujian berat bukan karena ia telah lulus universitas, tetapi ia sadar akan mimpi mulia yang terpatri dalam dadanya.

Ketika saat belajar diri mengalami down, pikiran tidak fokus, hal utama yang harus kita lakukan adalah mengingat tujuan belajar.

Bahwa ada kelemahan, keterbatasan, bahkan ketidakmampuan, di sanalah kita bisa berdoa, memohon, merengek, merayu kepada Allah Ta’ala.

Tujuanlah yang membuat Nabi Muhammad SAW rela mengalami apapun dalam dakwah.

Berpikir

Langkah selanjutnya adalah mempertajam senjata yang Allah berikan kepada kita, yaitu kemampuan berpikir.

Saya sampaikan kepada anak saya, bahwa jangan menghadapi apapun hanya dengan perasaan, pastikan pikiranmu juga bekerja, plus pikiran yang tumbuh dari kekuatan iman.

Sebab dunia ini memang gelap, karena itu kita butuh cahaya. Sebaik-baik cahaya adalah Alquran. Maka tajamkanlah kemampuan berpikirmu dengan memahami Alquran.

Saat anak saya sudah naik kendaraan, sembari melambaikan tangan saya katakan, “Semangat…!”

Baca Lagi: Dua Sahabat Tangguh

Ia membalas dengan senyum lebar, seakan semua energi yang pernah kumiliki telah menjadi miliknya. Sukses selalu anak-anakku, selalu berkah dan rahmat-Nya, tak pernah lupa kumintakan untuk kalian. Aamiin.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment