Mas Imam Nawawi

- Hikmah

Antrean Motor di Bengkel: Ada Sabar dan Tawakal

“Pernah kan ke bengkel?” Suara Arif menyapa dari belakang. “Ya,” saya jawab. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan merenungkan, ada pelajaran berharga apa di balik barisan besi yang tampak diam ini?. Deretan kendaraan roda dua yang menunggu giliran. Baik untuk diservis, diperbaiki, atau sekadar mendapatkan sentuhan perawatan, tak bisa menyentuh akal dan rasa kita “bekerja”. […]

Bengkel

“Pernah kan ke bengkel?” Suara Arif menyapa dari belakang. “Ya,” saya jawab.

Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan merenungkan, ada pelajaran berharga apa di balik barisan besi yang tampak diam ini?.

Deretan kendaraan roda dua yang menunggu giliran. Baik untuk diservis, diperbaiki, atau sekadar mendapatkan sentuhan perawatan, tak bisa menyentuh akal dan rasa kita “bekerja”.

Padahal, kita bisa berhenti sejenak dan merenungkan. Ada pelajaran berharga apa di balik barisan besi yang tampak diam ini?

Ketabahan Motor, Kesabaran Kita

“Lihatlah motor-motor itu. Mereka “sabar” menunggu giliran. Mereka tidak mengeluh, tidak mendesak. Bahkan, meski mungkin ada bagian yang rusak parah atau membutuhkan penanganan segera. Motor-motor itu tetap antre dengan tenang,” Arif kembali bertutur.

“Mereka tidak mengeluh, tidak mendesak,” tambahnya dengan senyum puas.

Saya pun menikmati Arif memberikan ungkapan demi ungkapan.

Dari sini, kondisi ini secara tidak langsung mengajarkan kita tentang kesabaran.

Dalam hidup, seringkali kita dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita menunggu—menunggu hasil, menunggu kesempatan, atau menunggu penyelesaian masalah.

Seberapa sabarkah kita saat antrean hidup terasa panjang?

Tawakal dalam Penyerahan Diri

Setiap motor yang antre di bengkel sepenuhnya menyerahkan dirinya pada mekanik. Mereka tidak bisa memperbaiki diri sendiri.

“Ibaratnya, mereka sedang tawakal kepada ahlinya,” Arif kembali berkata sembari menepuk pundakku.

“Bukankah ini mirip dengan bagaimana seharusnya kita berserah diri kepada Sang Pencipta?”

Ketika kita menghadapi masalah yang terasa di luar kendali, bukankah sebaiknya kita menaruh kepercayaan penuh pada Allah SWT, yang Maha Mengatur segala sesuatu?

Ikhtiar tentu harus jalan, maka dari itu, serahkanlah hasilnya kepada-Nya.

Manfaat dari Penantian

Dengan demikian, antrean dalam bengkel juga mengajarkan kita bahwa penantian itu ada manfaatnya. Lebih jauh lagi, setelah servis sukses, maka motor akan kembali prima.

Begitu pula dengan hidup, kita butuh penantian. Setiap proses penantian, setiap ujian kesabaran, akan menghasilkan buah manis berupa hikmah, kekuatan baru, atau peningkatan kualitas diri.

“Jadi, lain kali, kalau antum melihat antrean motor di bengkel, jangan hanya melihatnya sebagai pemandangan biasa. Renungkanlah, ada pesan spiritual apa di baliknya,” Arif berpesan sembari tersenyum.

Sungguh dari barisan besi yang menanti itu, kita bisa belajar tentang indahnya kesabaran dan pentingnya tawakal dalam menjalani setiap episode kehidupan.*

Mas Imam Nawawi

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *