Home Berita Anies Pamitan Warga Luar Jakarta Ramai Ikut Perpisahan
Anies Pamitan Warga Luar Jakarta Ramai Ikut Perpisahan

Anies Pamitan Warga Luar Jakarta Ramai Ikut Perpisahan

by Imam Nawawi

Ahad, 16 Oktober 2022 jadi momentum yang monumental bagi Anies Baswedan dan rakyat Jakarta. Pasalnya perpisahan sang gubernur dengan rakyat itu tidak saja mengundang antusias warga Jakarta, tetapi juga luar kota seperti Tangerang hingga Bekasi.

Tempo melaporkan pria bernama Hermansyah (73) warga dari Bekasi hadir bersama istri dan anak untuk melepas dan mendukung Anies untuk 2024.

“Saya berrangakat dari rumah jam 5.00 WIB. Saya tahu (acara) dari YouTube,” kata dia kepada Tempo, Ahad, 16 Oktober 2022.

Baca Juga: Anies Baswedan dalam Kekuatan Nalar dan “Propaganda” Miring

Alasan datang ke Balai Kota, kata Hermansyah yang merupakan pensiunan PNS, untuk melepas dan mendukung Anies untuk Pilpres 2024.

Masih dalam laporan Tempo. Suriman Setiadi (50) warga Tangerang yang juga merupakan karyawan ekspedisi bandara niat memeriahkan perpisahan Anies karena ia merasa Anies sebagai Gubernur seluruh rakyat.

“Saya berangkat jam 0600. (Ia lanjutkan) Saya tahu dari teman. Saya mau melepas Anies sekalian mendukung untuk 2024. Kita ikhtiarkan bersama,” kata dia.

Pengakuan

Mengapa Anies Baswedan begitu jadi dambaan rakyat, bahkan hari perpisahannya pun membuat satu momentum yang tidak biasa?

Tentu itu bukan suatu peristiwa yang terjadi begitu saja. Ada banyak fakta dari komitmen dan karya sang gubernur itu sendiri yang langsung rakyatnya rasakan.

Soal olahraga, tepatnya sepakbola, Ketum Jakmania pun memberikan pengakuan.

“Terima kasih, Pak, akhirnya saya bisa merasakan ketika Pak Anies jadi Gubernur, Persija jadi juara Liga Indonesia,” kata Ketum The Jakmania, Diky Soemarno, di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Minggu (16/10/2022), seperti lansir detik.com.

Lebih jauh ia memberikan pengakuan yang lebih terang.

“Artinya semuanya sudah tercapai, apa yang dijanjikan kepada kami dulu, (membangun) stadion untuk kota Jakarta, untuk Persija sudah tercapai,” kata Diky.

Pemimpin Sejati

Sebenarnya banyak data kalau mau kita tampilkan sebagian besarnya. Akan tetapi dua sampel fakta itu cukup membuat kita bisa membaca secara obyektif bahwa Anies Baswedan benar-benar mampu menjadi pemimpin sejati.

Dwight D. Eisenhower berkata, “Kau tidak memimpin dengan cara menindas orang, itu kekerasan namanya, bukan kepemimpinan.”

Baca Lagi: Yang Membahagiakan

Artinya seorang pemimpin sejati memiliki motif yang benar dalam memimpin. Bukan untuk melambungkan nama pribadinya, tetapi memang menghadirkan kebaikan bagi yang dipimpin.

Pemimpin sejati tak gila hormat. Tak takut bertemu rakyat. Dan, tentu saja tidak ada yang palsu dalam dirinya. Baik ucapan, perilaku, maupun ijazah pendidikan yang pernah ditempuhnya.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment