Home Uncategorized 3 Poin Raih Kemajuan Ala M Natsir
3 Poin Raih Kemajuan Ala M Natsir

3 Poin Raih Kemajuan Ala M Natsir

by Imam Nawawi

Beberapa waktu lalu saya mendapat hadiah buku berjudul “Pesan Perjuangan Seorang Bapak Percakapan Antar Generasi” dari seorang dosen STID M. Natsir. Karena bukunya tipis dan ukuran kecil, sengaja saya membaca setelah Capita Selecta 3. Ternyata ada 3 poin penting seseorang bisa meraih kemajuan menurut M. Natsir.

Tentu kita sudah tidak sabar melihat apa saja poin utama itu. Namun perlu saya tegaskan, M. Natsir memang sosok yang kaya akan sisi kebaikan. Ia akademisi, politisi, tokoh pergerakan, dan tentu saja sosok cendekiawan luar biasa.

Kalau anak-anak muda belum mengenal siapa sosok hebat ini, ada baiknya membaca dahulu siapa M. Natsir. Dengan begitu kita akan mudah memahami betapa kunci kemajuan itu benar-benar sebuah jalan manjur.

Pendek kata, M. Natsir bukan seperti motivator yang kini banyak orang “menggugat.” Tetapi M. Natsir memang sosok pejuang, tahu pahit manis perjuangan.

Berani

Poin pertama kata Natsir adalah “Berani menempuh kesulitan.”

Ini tentu jamak orang memahami, bahwa kesulitan harus kita hadapi, bukan kita tinggal lari.

Orang perlu berani menempuh onak karena kepelikan adalah ujian yang membentuk karakter dan mengasah kemampuan.

Dalam menghadapi tantangan, seseorang belajar untuk menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih kreatif dalam mencari solusi.

Kepayahan juga dapat menjadi momentum untuk pertumbuhan pribadi dan profesional, karena melalui proses melewati rintangan, seseorang bisa mengembangkan ketahanan mental dan keterampilan.

Baca Juga: Jadilah Top Skor Kemajuan

Dengan menghadapi dan mengatasi kesulitan, seseorang akan merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.

Menerima Kebenaran

Menerima kebenaran merupakan sikap dewasa. Natsir mengatakan, “Tak enggan menerima kebenaran walau datangnya dari fihak lain.”

Orang yang bisa menerima petunjuk, nasehat dan arahan kepada kebenaran hanyalah yang hidup akal dan mata hatinya.

Itu berarti tidak ada jalan kemajuan bagi orang yang arogan. Merasa dirinya selalu benar walau nyata telah melakukan kejahatan, kecurangan atau kezaliman.

Menolak Kebatilan

Natsir melanjutkan nasihatnya, “Tak takut menolak kebatilan – sesudah diperiksa dan diselidiki – walau datang dari fihak sendiri.”

Baca Lagi: Menggali Mutiara Hidup dari M. Natsir dan Abdullah Said

Lihatlah perilaku para pembeo, mereka tak tahu apa itu salah benar. Yang mereka paham, bos minta apa mereka mesti melakukan apa.

Mereka menjadi sosok yang mudah jadi alat kezaliman bekerja. Karena tahunya hanya bagaimana dirinya senang, walau harus memadamkan kebenaran.

Oleh karena itu kecakapan berpikir kritis, disiplin dan independen, tegak atas kebenaran harus jadi kemampuan diri dalam melihat apapun, sehingga selamat dari berpikir kerdil.

Asalkan dari kelompoknya, apapun itu benar. Sejauh bukan dari kelompoknya, walau nyata itu baik, tetap saja akan dianggap salah. Inilah yang kata teman-teman saya di Kaltim bentuk dari sikap “pengototan.”

Jika harus kita peras, maka saran M. Natsir itu bisa kita susun dalam satu kalimat simpel. Kalau benar ingin maju, jadilah pemberani, tak enggan menerima atau menolak apapun dengan landasan iman. Bukan kepentingan untuk kesenangan.*

Mas Imam Nawawi

Related Posts

Leave a Comment