Home Artikel 3 Alasan Mengapa Orang Mudah Menyalahkan Diri Sendiri
3 Alasan Mengapa Orang Mudah Menyalahkan Diri Sendiri

3 Alasan Mengapa Orang Mudah Menyalahkan Diri Sendiri

by Imam Nawawi

Menyalahkan diri sendiri, mengapa tampaknya banyak orang kini melakukannya?

Apakah diri tidak sempurna?

Itu jelas, tak satupun orang sempurna dalam kehidupan dunia ini. Lalu mengapa orang mudah menyalahkan diri sendiri?

Menyalahkan diri sendiri mungkin tampak baik, utamanya kalau kita bandingkan dengan menyalahkan orang lain.

Tentu saja kata menyalahkan itu yang tidak kita perlukan. Baik ke diri sendiri, lebih-lebih ke batang hidung orang lain.

Baca Juga: Menulis sebagai Pembangkit Semangat

Menyadari kesalahan diri sendiri, itu baru benar. Jika kita ada pada level ini, mengerti alasan dan memperbaikinya akan jadi mungkin kita lakukan.

Dan, inilah 3 alasan mengapa orang mudah menyalahkan diri sendiri dan kehilangan orientasi.

Perasaan Bersalah

Pertama adalah perasaan bersalah. Hal ini muncul biasanya karena seseorang telah melakukan kesalahan.

Kalau dalam Islam, saat kita sadar telah berbuat salah, langkah utama adalah mengingat Allah dan meminta ampunan.

Jadi, bukan terus mendramatisir kesalahan yang telah terjadi. Ingat, baju robek, bisa kita jahit. Ban motor kempes, bisa kita tambal dan pompa lagi.

Lalu mengapa saat seseorang salah, jalan memperbaiki seolah tidak ada?

Cemas

Kedua adalah cemas. Cemas muncul karena pikiran yang tak punya landasan, terutama landasan iman.

Membayangkan bagaimana nanti kalau tiba waktu harus menikah.

Seperti apa, dengan siapa, darimana uangnya dan akan bahagia atau tidak.

Semua itu membingkai pikiran dan perasaan orang menjadi cemas. Akibatnya ia bimbang, ragu dan tak pernah berani mengambil keputusan.

Padahal, saat orang menikah, Allah yang menjamin dan akan memberikan rezeki. Syaratnya jelas, menikah untuk ibadah dan melahirkan generasi sholeh sholehah.

Tidak Berubah

Ketiga adalah tidak mau berubah. Akibatnya seseorang terus berkutat pada ketakutan, kecemasan dan ketidakyakinan akan masa depan.

Padahal kalau mereka list, apa yang jadi ketakutan. Katakanlah ekonomi, pekerjaan.

Bisa dicek, sekarang usia berapa dan sedang apa. Taruhlah usia 20 tahun dan sedang kuliah. Daripada mikirin pasca kuliah kemana, lebih baik maksimalkan hari ini dan masa kuliah ini dengan banyak belajar, bergaul dan berprestasi.

Kalau sadar diri malas, ubah menjadi rajin. Kalau sadar diri kurang membaca buku, ubah jadilah orang yang aktif membaca. Kuncinya pada perubahan.

Baca Lagi: Bekal untuk Tak Berhenti Belajar

Segera lakukan aktivitas membaca itu. Ajak teman berbicara buku, kalau perlu buat forum membaca dan mendiskusikan isi buku.

Tentu saja kita harus sabar, karena proses berubah membutuhkan waktu. Prinsipnya jangan berhenti mengubah kebiasaan diri yang tidak membangun masa depan.*

Mas Imam Nawawi

 

Related Posts

Leave a Comment